FANFICTION : I STILL LOVE YOU

Don’t COPAS, please..
I Still Love You
Author : Lee Yoo Ra (Thalita Fauziah)
Genre : Sad Romance
Cast :
•           Lee Yoo Ra
•           Kwon Ji Yong
•           Shin Eun Hye
Aku sungguh mencintaimu..
Jadi apakah bisa kau tak menjauh dari sisiku ? ? ?
# # #
*Ji  Yong POV*
“Jadi..apa disinilah aku dapat memahami seluruh perasaanmu ? Yoora-ya..”
*Ji Yong POV end*
# # #
*Yoo Ra POV*
“Oppa disini begitu dingin , bisakah kita kembali masuk kedalam ?”
“Benarkah ? sangat disayangkan kalau kita kembali lagi kedalam , jja…berikan tanganmu , aku akan menggenggamnya hingga dia tidak merasa kedinginan lagi. Eotthe ??”
“Hm…neomu  jotda , tanganmu terasa begitu hangat seperti dirimu tentunya..”
“Seperti itukah ? kalau ini membuatmu nyaman  , aku takkan pernah melepaskan tangan ini sedetikpun”
“Yaksokhe oppa ?”
“Ne..yaksok”
—–#—–
     Argh…mimpi itu..mengapa mimpi itu datang kembali ? mengapa mimpi itu selalu datang menghantuiku ? . Tuhan..tidak bisakah kau mengasihiku sedikitpun ? kenyataan ini sungguh pahit untuk aku pikul sendiri , didunia nyata ini aku sudah merasa lelah menghadapinya.. Jadi bisakah kau mencabut mimpi itu ? Aku mohon cabutlah mimpi itu dari setiap tidurku..Bantu aku Tuhan , bantu aku untuk mengurangi rasa sakitku ini , sedikit saja..
     Aku..aku kini hanya duduk terdiam di kursi rodaku , menatap kearah jendela dan menikmati setiap hal yang telah Tuhan ciptakan. Matahari..ya matahari terbenam..inilah saat yang aku tunggu-tunggu disetiap akhir hariku. Menatapnya dengan penuh renungan dalam pikiranku dan ucapan syukur yang terlontar dari mulutku , ini terasa lebih baik. Hari-hariku sungguh membosankan. Diusiaku yang 20 tahun ini , aku hanya menghabiskan waktuku dikamar kecil ini. Makan , mandi dan tidur hanya 3 hal itu saja yang bisa aku lakukan. Tapi sungguh aku tak mengeluh akan apa yang telah menimpaku. Ini semua masih terasa biasa saja untukku. Tapi..ketika namja itu pergi meninggalkanku , sungguh..aku merasa jantukku berhenti berdetak dan aku akan mati karenanya…
     Hari ini tepat pukul 6 sore.. aku sudah selesai dengan kegiatan rutinku , melihat matahari terbenam tentunya. Kini waktu tidurku telah tiba..aku benci tidur , sungguh. Karena saat aku terlelap tidur mimpi itu akan selalu datang dan memaksaku untuk terbangun dari tidurku , aku terbangun di tengah malam dan aku akan menangis karenanya. Namja itu..namja itu selalu muncul di mimpiku. Memimpikannya itupun tidak apa-apa bagiku , tapi disaat aku menyadari bahwa dia telah meninggalkanku aku begitu membenci mimpi itu. Aku tidak membenci namja itu , tidak sama sekali. Aku hanya merasa sakit dan rapuh saat menerima kenyataan bahwa dia tak lagi disisiku. Pangeranku , penghiburku , pelindungku..aku begitu masih mencintainya…
# FLASHBACK #
YooRa : “Oppa..selamat atas kelulusanmu , sekarang kau sudah bisa menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi yang terkenal. Sekali lagi selamat untukmu oppa.”
Ji Yong : “Gomawo YooRa-ya..”
YooRa : “Oppa..kenapa kau tidak terlihat gembira ? ada apa denganmu oppa ?”
Ji Yong : “YooRa-ya..tidakkah kau merasa bahwa ini akan menjadi satu hal yang buruk ? Aku dan dirimu tidak bisa berada di 1 sekolah yang sama lagi dan bahkan mungkin kita jarang menghabiskan waktu bersama di kemudian hari. Ini buruk kan ?”
YooRa : “Ani..ini tidak seburuk itu oppa. Kau pergi keperguruan tinggi untuk mengejar cita-citamu menjadi seorang guru yang hebat dan setelah lulus SMA ini aku akan menyusulmu kesana , sehingga kita bisa bersama kembali”
Ji Yong : “Tapi bagaimana dengan hari-hari sebelum hari itu ? Aku tidak bisa melihatmu , melihat wajahmu tersenyum atau menangispun aku tidak bisa. Setelah di perguruan tinggi nanti , aku akan menjadi orang yang sangat sibuk , waktuku akan banyak tersita dan kita mungkin tidak bisa saling bertemu”
YooRa : “Benarkah oppa ? Itu tidak masalah bagiku. Masih ada alat komunikasi agar kita tetap merasa dekat , bukankah begitu oppa ?
Ji Yong : “Tapi..”
YooRa : “ Oppa dengarkan aku..tidak saling bertemupun tidak masalah. Kau tak perlu takut , selama kau tak ada aku akan menjaga hatiku untukmu dan aku harap kaupun melakukan hal yang sama untukku. Jadi..kau tak perlu khawatir , selama kita masih saling mencintai aku harap kita dapat menjaga kepercayaan satu sama lain”
Ji Yong : “ Kau benar YooRa-ya , kau benar..Mian..aku yang seharusnya bisa lebih berpikir dewasa dari dirimu tapi aku tidak bisa melakukannya. Kau yang terbaik..dan kau selalu yang terbaik..YooRa-ya..saranghae..”
YooRa : “ Nha ddo Saranghae oppa..”
# FLASHBACK END #
     Kejadian itu masih membekas jelas di ingitanku..
Saat itu aku telah lulus dari SMA dan seperti rencanaku sebelumnya , aku akan masuk perguruan tinggi yang sama dengan Ji Yong oppa. Senang bukan akhirnya aku akan kembali bersama dengan namja yang aku cinta ? Namun dugaanku salah..aku menemukan fakta yang dapat dengan mudahnya mengoyak isi hatiku dan semua organ tubuhku hingga aku dibuat tak berdaya olehnya.
     Aku ingat jelas saat pertama kali Ji Yong oppa menjelma menjadi orang asing bagiku , nampaknya dia menemukan kisah barunya di perguruan tinggi itu. Eun Hye..Eun Hye eonnie , yeoja itulah yang datang merusak hubungan kami. Ani…sepertinya dia bukan perusak hubungan orang , wajahnya yang cantik dan manis disertai kepribadian yang hangat dan ramah , tentulah dia bukan tipe yeoja yang menggangu hubungan orang lain.
# FLASHBACK #
     Eun Hye eonnie adalah yeoja yang cantik , manis ramah dan juga pintar. Hey ! namja mana yang tidak suka padanya ? Bahkan namja yang sudah memiliki kekasihpun dapat dengan mudah jatuh hati kepadanya. Ani…bahkan yeoja saja bisa dibuat terkagum-kagum olehnya. Se perfect itukah Eun Hye eonnie ? kurasa iya. Aku tak menyalahkan Eun Hye eonnie dan aku juga tidak menyalahkan Ji Yong oppa. Mereka adalah teman satu jurusan di perguruan tinggi , mereka juga mengikuti kegiatan organisasi yang sama , yaitu theater. Orang-orang menyebut mereka LOVEY DOVEY COUPLE. Bagaimana tidak ? mereka sama-sama memiliki wajah yang indah dan juga intellegent yang hebat , mereka juga selalu berada di organisasi yang sama bahkan dimana ada sang yeoja disitu pula sang namja berada.
     Begitu terpukulnyakah aku saat pertama mendengar kabar ini ? ayooolah jangan tanyakan hal itu , jawaban sudah jelas bisa di prediksikan. Aku kira aku akan dapat sambutan hangat dari Ji Yong oppa saat memasuki perguruan tinggi , namun yang kudapat hanya sambutan biasa saja yang bahkan akupun tidak mau menerimanya. Aku akui..memang saat aku berada dikelas 3 SMA aku membatasi komunikasiku dengan Ji Yong oppa ,itu semua aku lakukan karena aku ingin fokus kepada Ujian Sekolahku dan Ujian perguruan tinggi tentunya. Yang membuat aku bahagia , Ji Yong oppa dengan senang hati memaklumi keadaanku , walaupun aku jarang mengirimnya pesan tapi dengan rutin dia selalu menaruh perhatian kepadaku lewat pesannya. Tapi apakah ini sebabnya keadaan sekarang menjadi seperti ini ?
     Di perguruan tinggi Ji Yong oppa tidak menyembunyikan hubungan kami , fyuuuuh…itu yang membuat aku yakin bahwa Ji Yong oppa masih mencintaiku. Tapi…keadaannya berbeda sekarang. Ji Yong oppa seperti berpacaran dengan 2 yeoja sekaligus. Bila ada kami berdua pasti disitu pula ada Eun Hye eonnie. Bila ingin bertemu denganku Ji Yong oppa selalu mengajak Eun Hye eonnie , itu membuatku sedikit kesal tentunya..dan bodohnya aku..aku tidak pernah bertanya kepada Ji Yong oppa mengenai alasan mengapa dia seperti itu. OK bagus ! sekarang aku seperti berbagi namjachinguku bersamanya , tapi aku tak bisa memaki Eun Hye eonnie dengan kata-kata kasarku..karena dia memperlakukan aku dengan sangat baik. Sampai-sampai aku merasa bahwa aku telah memiliki seorang eonnie sekarang.
     Semakin hari semakin aku sadari bahwa Ji Yong oppa dan Eun Hye eonnie memiliki suatu ketertarikan satu sama lain. Dan..tebaklah apa yang aku lakukan ? Aku yang bodoh ini hanya diam , aku hanya diam pasrah mengikuti alur cerita ini yang nantinya akan berakhir seperti apa. Yang aku harap Ji Yong oppa dapat peka akan perasaanku..namun nihil yang aku dapat. Aku tidak dapat berontak atas ini semua ! Mengapa ? Karena semakin aku ingin memberontak rasa takut akan kehilangan Ji Yong oppapun semakin besar.Kini semuanya tampak jelas , bahkan orang-orangpun dapat melihat dengan jelas bagaimana perasaan mereka. Hey ! bahkan sekarang aku yang terlihat seperti orang ketiga dalam hubungan mereka. Aku disini seperti seekor kambing bodoh yang hanya bisa melihat namja yang aku cinta sedang menatap wajah yeoja lain dengan begitu dalam.
*di halaman perguruan tinggi*
YooRa : “Oppa bisakah kau antar aku ke apotik sekarang ? Aku merasa tidak enak badan , jadi aku akan membeli beberapa obat disana.”
Ji Yong : “Hm…geurae , aku akan mengantarmu.”
YooRa : “Jinjja oppa ? Gomawo…”
Eun Hye : “Ji Yong-a…apa benar kau akan mengantar YooRa ke apotik ?”
Ji Yong : “Ne..Waeyo ?”
Eun Hye : “ Tadinya aku ingin memintamu untuk mengantarku ke rumah sakit , jujur saja sekarang aku merasa pusing dan juga tidak enak badan , jadi aku ingin periksa kesana. Tapi..lupakanlah bila kau tak bisa , aku akan pergi sendiri.”
Ji Yong : “Ani…aku akan mengantarmu Eun Hye-ya..”
YooRa : “Oppa…”
Eun Hye : “Tapi bagaimana dengan YooRa ?”
Ji Yong : “YooRa-ya..Mianhae..aku akan pergi mengantar Eun Hye , kasian dia dia terlihat sangat sakit , kau bisakan pergi sendiri ? bila perlu menggunakan taksi itu jauh lebih baik.”
YooRa : “Tapi oppa..kau tadi…”
Ji Yong : “Mengertilah YooRa-ya..jangan bersikap kekanakan.”
Eun Hye : “YooRa-ya..aku mohon pengertianmu kali ini saja , kita hanya akan pergi ke rumah sakit itu saja..”
YooRa : “ Oppa pergilah dengan eonnie , aku sendiripun tak apa..Lagi pula eonnie terlihat sangat sakit jadi tidak baik kalau pergi sendiri.”
Eun Hye : “ Gomawo YooRa-ya.”
YooRa : “Aigoo..gwaenchana eonnie , cepatlah kalian pergi hari sudah mulai malam.”
Ji Yong : “Jaga dirimu , kami pergi.”
YooRa : “ Ne oppa , Annyeong…”
Hah YooRa bodoh..bodoh sekali ! berpura-pura bahwa kau tidak apa-apa ? Hey ! akupun sakit oppa , bahkan wajahku tak kalah pucat dengan wajah Eun Hye eonnie. Tapi kau lebih mementingkan dia sahabatmu dibandingkan aku yeojachingumu..Kau kejam oppa! Kau keterlaluan !
—–#—–
Bahkan kini bila aku dan Eun Hye eonni sedang membicarakan Ji Yong oppa , eonni terlihat sangat antusias dibanding aku. Dia menceritakan segala hal yang dia tahu tentang Ji Yong oppa dan sepertinya dia lebih tau dibandingkan aku. Dan itu…sukses membuatku terpaku dan cemburu tentunya. Bagaimana bisa seorang  sahabat lebih tahu banyak di bandingkan dengan  seorang yeojachingu ? Aku tidak menyangka bahwa selama ini mereka telah mengetahui dan memahami satu sama lain dengan begitu teliti. Aku hanya bisa tersenyum pahit mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Eun Hye eonnie. Tidak sadarkah dia bahwa semua itu menyinggung perasaanku ?
Semua terlihat begitu jelas..begitu jelasnya..Ya tuhan mengapa hal seperti ini terjadi pada diriku ? Kini orang –orang tengah membicarakan diriku “Kwon Ji Yong bodoh , mengapa dia berpacaran dengan Lee YooRa ? jelas-jelas Eun Hye jauh lebih pantas untuknya , bahkan mereka terlihat lebih serasi untuk disebut sebagai pasangan kekasih ketika mereka sedang berjalan bersama “. Pahit sekali mendengar setiap perkataan yang mereka ucapkan , kata-kata itu bagai pisau tajam yang siap menyayat gendang telingaku dan juga hatiku. Ji Yong oppa yang dulu telah pergi meninggalkan aku sendiri disini dalam kesepian. Bahkan sekarang aku selalu menangisi diriku sendiri yang terlihat begitu menyedihkan dan bodoh. Sesungguhnya aku ingin melontarkan semua kekesalan dan kesakitan yang aku rasa ini kepada mereka , tapi…aku takut sungguh aku takut. Akupun memutuskan untuk bertahan demi rasa cintaku kepada Ji Yong oppa.
—–#—–
     Hari ini aku ingin pergi jalan-jalan ketaman bersama Ji Yong oppa. Sudah lama sekali aku tidak pergi jalan-jalan bersamanya. Tapi aku hanya ingin berdua saja bersama Ji Yong oppa tanpa kehadiran Eun Hye eonnie tentunya. Akupun mengirim pesan kepada Ji Yong oppa…
From : YooRa
To : Ji Yong
“Oppa tidakkah kau merasa cuaca hari ini begitu cerah ? Bagaimana kalau kita berjalan-jalan ke taman ? Sudah lama sekali kita tidak memiliki waktu untuk berdua ^^.”
From : YooRa
To : Ji Yong
“Mianhae..aku rasa tidak bisa. Baru saja Eun Hye mengajakku untuk ikut melihat drama musikal bersama , jadi kurasa lain kali saja.”
From : YooRa
To : Ji Yong
“Kalau begitu tidak bisakah kau membatalkannya ? Hari ini aku benar-benar ingin bersamamu. Apa permintaanku begitu berlebihan ? Aku yeojachingumu oppa..Aku juga ingin diperlakukan selayaknya yeojachingumu..”
From : YooRa
To : Ji Yong
“Keurae arraseo..ayo kita pergi ke taman hari ini.”
From : YooRa
To : Ji Yong
“Jinjja oppa ^^ ? Gomawo..Saranghae oppa <3”
—–#—–
     Hari ini aku berdandan secantik mungkin untuk bertemu dengan Ji Yong oppa. Tapi…mengapa kepalaku terasa sangat pusing dan..darah keluar dari hidungku. Apa yang terjadi ? Hari ini hari istimewa YooRa-ya , jangan kau hancurkan hari ini , ayooo kau pasti kuat YooRa-ya. Hwaiting ! ^^
*ditaman*
     Sesampainya di taman , aku duduk manis sambil menunggu Ji Yong oppa dan…akhirnya dia datang^^ huaaaah sungguh bahagianya aku.
YooRa : “Oppa kita akan melakukan apa hari ini ?”
Ji Yong : “Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan.”
     Jawaban Ji Yong oppa terkesan dingin. Tapi aku mencoba berpikir positif , aku akan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh sepasang kekasih saat berada ditaman , akan kubuat Ji Yong oppa merasa bahagia…
      Tapi ternyata aku salah. Semuanya telah aku lakukan untuk membuatnya bahagia. Kami sudah membeli ice cream , meniup gelembung , mengambil foto , bermain ayunan dan berbaring di rerumputan. Tapi aku sama sekali tidak melihat raut wajah yang menunjukan bahwa dia merasa bahagia. Aku begitu iri dengan pasangan lain yang berada ditaman itu , wajah mereka penuh dengan kebahagiaan. Sedangkan aku ? Aku gagal membuat namjachinguku bahagia saat berada bersamaku. Kini aku mulai mengerti..ternyata yang bisa membuatnya bahagia bukan aku , melainkan Eun Hye eonnie.
—–#—–
     Kukira hari ini akan menjadi hari yang istimewa , tapi prediksiku salah. Bahkan sekarang aku dan Ji Yong oppa hanya saling terdiam di kursi taman. Sepertinya aku  tahu hari ini akan berakhir seperti apa…
Ji Yong : “YooRa-ya..aku memiliki suatu hal yang ingin aku katakan.”
YooRa : “Sudahlah oppa..kau tak perlu mengatakannya , karena aku sudah tahu apa yang ingin kau katakan. Ini semua mengenai Eun Hye eonni kan ?
Ji Yong : “YooRa-ya..akuu..”
YooRa : “ Oppa menyukai Eun Hye eonni , bukankah begitu ?”
Ji Yong : “ Bagaimana kau bisa mengetahuinya ?”
YooRa : “ Itu terlihat jelas diwajahmu oppa , bahkan sudah tertulis jelas  dikeningmu bahwa kau sangat menyukainya.”
Ji Yong : “Aku tidak bermaksud mengkhianatimu , tapi…”
YooRa : “ Sudahlah oppa..aku mengerti tak usah kau jelaskan lagi. Bila kau menyukainya dan bila kau merasa nyaman dan bahagia saat bersamanya pergilah..kejar dia..jangan sampai dia jatuh kepelukan orang lain. Aku tak mungkin memaksamu tetap tinggal bersamaku tapi hati dan pikiranmu hanya tertuju kepada Eun Hye eonnie. Dan kurasa dia juga sepertinya menyukaimu. Oppa..aku memahamimu lebih dari aku memahami diriku sendiri. Jadi pergilah..kejar dia dan buatlah dia bahagia. Aku selalu berdo’a yang terbaik untukmu oppa.”
Ji Yong : “ YooRa-ya..mianhae..”
YooRa : “ Maaf untuk apa oppa ? Ayooo cepat pergilah , bukankah dia mengajakmu untuk menonton drama musikal ? Beritahukan kepadanya bahwa kau akan pergi bersamanya . Ayo cepat pergi !”
Ji Yong : “ Aku pergi sekarang…Gomawo YooRa-ya…”
     Aku tidak membalas kata-katanya , aku hanya tersenyum. Bagaimana mungkin aku membalas kata-katanya. Dan lihatlah raut wajahnya menunjukan betapa bahagianya dia. Kini dia berbalik arah dari hadapanku dan berlari kencang untuk mengejar gadis pujaan hatinya. Perih ? tentu perih , bahkan ini lebih dari sekedar perih , ini..ini menyakitkan. Melihat orang yang kita cintai ternyata mencintai orang lain itu sangat menyakitkan. Tapi tidakkah kau melihat oppa? bahwa rasa cintaku untukmu , lebih besar dari rasa cintanya untukmu..
     Gomawo oppa..terimakasih karena kau telah berhasil mengahancurkan hatiku dan seluruh pertahananku. Terimakasih karena telah membawaku dalam kepahitan yang dalam ini. Kini aku hanya terdiam mematung..Langit cerah telah tergeser awan kelabu dan mulai menurunkan titik-titik airnya. Lihatlah oppa ! bahkan langitpun  dapat merasakan kepedihanku , langit turut bersimpati atas kesedihanku. Kini aku hanya bisa menatapmu dari jauh , sosokmu semakin lama semakin kecil terlihat dan lenyap dari pandanganku.
Aku menangis dan tak ada satupun orang yang tahu bahwa aku menangis. Karena hujan senantiasa menyembunyikan tangisku. Kini aku merasa dunia mulai berputar terus berputar dan semua menjadi gelap…
# FLASHBACK END #
# # #
*YooRa POV*
     Oppa apakah kau tahu setelah kejadian itu aku jatuh pingsan dan seseorang membawaku kerumah sakit. Dan tebak apa hasil pemeriksaan dokter terhadap diriku ? Aku terkena  kanker darah stadium akhir oppa. Huaaah aku bahkan tak menyangka bahwa aku akan mengidap penyakit mengerikan seperti ini. Oppa apa kau tahu umurku sudah tak lama lagi , aku begitu takut oppa aku sangat takut. Aku berharap kau dapat menemaniku di hari-hari terakhirku ini. Tapi siapa aku ? Aku hanyalah masa lalumu yang  tak penting , aku tak pantas mengganggu kebahagiaanmu dengan Eun Hye eonnie saat ini.
     Aku hanya ingin mengatakan sesuatu , beberapa minggu yang lalu aku telah menulis surat untukmu , tapi..aku tidak memiliki keberanian untuk mengirimnya..jadi sekarang mungkin adalah waktu yang tepat untuk menyampaikan suratku padamu. Aku mohon luangkanlah waktumu untuk membaca surat konyolku , karena didalam itu merupakan gambaran perasaanku selama ini. Bacalah oppa..suratnya ada didalam buku diary ini ambillah. Oppa sudah dulu yaa aku merasa mataku selalu ingin tertutup , mataku sangat berat untuk tetap terjaga , mungkin aku ngantuk sekali malam ini ..oppa rasanya aku akan tidur untuk waktu yang lama , ani..sangaaaaat lama. Annyeong oppa ^^.
*YooRa POV end*
—–#—–
From : YooRa
To : Ji Yong Oppa
aku tahu aku tak suka menangis
tapi mengapa saat ini aku terus menangis
hatiku tahu kau sedang bersandiwara terhadap diriku
tapi aku biarkan itu agar kau tetap berada disisiku
ini begitu menyakitkan
aku merasa bahwa di dunia ini hanya akulah yang mengalami hal seperti ini
menerima kenyataan bahwa kau sudah tak melihat diriku lagi
karena mungkin kau merasa tak nyaman lagi berada di sisiku
aku masih mencintaimu , sungguh mencintaimu
walaupun aku tak mengetahui hal lain yang aku tahu aku begitu menginginkanmu
semakin aku mencoba membuatmu mendekat kepadaku
semakin aku mencoba untuk membuat kita semakin dekat
kau malah mencoba melarikan diri dan itu membuatku sangat kesepian
air mataku sudah tidak bisa aku hentikan
kau tidak bisa , sungguh kau tidak bisa pergi lebih jauh dari ini
aku mohon jangan melarikan diri , jangan menghindar dariku
karena semua kenangan waktu bahagia kita telah berlalu
karena aku akan merasa menyesalinya sampai aku mati
aku memiliki suatu hal yang ingin aku katakan kepadamu
aku masih mencintaimu , sungguh mencintaimu
perasaan ini jangan kau meremehkannya
hati dan rasa ini tulus kepadamu
bahkan aku yang bodoh ini masih dapat berkata dalam hatiku..
kapanpun kau ingin kembali kesisiku
kau selalu dapat melakukannya
karena aku begitu mencintaimu
bila kau tak mencintaikupun , itu tak apa
hanya dengan melihatmu saja perasaanku sudah merasa lebih baik dari apapun
tapi…
semakin aku mencintaimu , aku semakin jatuh kedalam kesakitan ini
kau pergi menjauh dan itu membuatku takut
aku sungguh mencintaimu , jadi apakah bisa kau tak menjauh dari sisiku ?
# # #
*Ji Yong POV*
“Pabo ! Pabo Yeoja ! Bagaimana bisa kau masih mencintai orang yang sudah menelantarkamu seperti itu ! Kwon Ji Yong neon chongmal  Napun Namja-ya…Mianhae YooRa-ya , mianhae…Kau yang terbaik dan selalu yang  terbaik…Saranghae.”
 *Ji Yong POV end*
The End