FANFICTION : WORDS HAVE NOT BEEN SPOKEN

 

HARGAI ADMIN YANG MEMBUAT , DON”T COPAS PLEASE !

HAPPY READING ^^

 

WORDS HAVE NOT BEEN SPOKEN

 

AUTHOR : LEE YOORA (THALITA FAUZIAH )

GENRE : SAD ROMANCE

CAST :

  • KIM JAE HEE
  •  PARK HYUN JAE
  • LEE EUN MI

 

Hari ini aku berjalan menyusuri taman kota , pohon pohon indah berjajar di kedua sisiku dan tak lupa melepaskan daun-daun keringnya satu persatu secara perlahan. Tak terasa musim gugur telah tiba di tahun ini , waktu berjalan sangat cepat dan bahkan terlalu cepat untukku. Dulu aku sangat membenci bila orang-orang berbicara bahwa mereka menyesali perbuatan mereka di masa lalu dan mengingankan mesin waktu untuk kembali ke masa itu , sekarang aku seperti termakan omonganku sendiri , aku benar-benar menginginkan mesin waktu itu.

Musim gugur tahun ini sungguh sangat berbeda dengan musin gugur yang kujalani tahun lalu. Memang  daun-daun tetap kering dan berguguran , namun bagiku musim gugur tahun ini membuat aku rapuh seperti daun-daun kering itu , lemah terlepas dari ranting dan hancur  terinjak oleh orang yang berlalu lalang. Menyedihkan…menurutku kata itu sangat sesuai sebagai kata untuk menggambarkan bagaimana keadaan diriku saat ini.

Mulai lelah berjalan , aku mencari tempat untuk bersandar. Kursi taman yang dipenuhi dedaunan tua aku pilih sebagai tempat untuk bersandar. Kusandarkan tubuh ini di kursi taman dan ku tarik nafas dalam-dalam lalu kuhembuskan perlahan. Sesak…ternyata rasa sesak ini masih menguasai hatiku..mengapa ?  mengapa ? mengapa tak lebih awal aku menyadarinya ? mengapa tak dari awal aku merenunginya ? sekarang semua sudah terlambat..dia sudah pergi…pergi ketempat yang jauh lebih baik dibandingkan berada disisiku.

[FLASHBACK]

 

Hyun Jae : “JaeHee~ya…apa kau sudah makan malam ?”

JaeHee : “Mwo ? JaeHee ? Ya! Kau kurang ajar sekali ! panggil aku noona!”

Hyun Jae : “Mianhae…noona…”

Jae Hee : ”Mian..mian..aku sudah bosan mendengarnya !”

Hyun Jae : “Ya noona…jangan marah seperti itu kau kan hanya lebih tua 5 bulan dariku”

Jae Hee : “Walaupun hanya 5 bulan lebih tua , tetap saja aku lebih tua darimu , kau harus memanggilku noona , kau harus hormat padakku karena aku ini kakakmu !”

Hyun Jae : “Arraseo..jangan membentak lagi..aku sudah meminta maaf kan ? apa itu belum cukup ?”

Jae Hee : “Belum ! semua itu belum cukup bila kau ingin tahu !”

Hyun Jae : “Kalau begitu apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkanku ?”

Jae Hee : “Mengapa kau tidak mati saja seperti appamu saat kecelakaan itu huh ? mengapa harus eommaku yang pergi dari dunia ini ? aku benci !”

Hyun Jae : “Mengapa sampai saat ini kau masih juga membahas kejadian ini ? kecelakan itu sudah berlalu 2 tahun yang lalu , biarkan appa dan eomma beristirahat dengan tenang disana..mengapa rasa benci masih terus menguasai hatimu ? selama ini aku sudah berusaha bersikap menjadi adik yang ramah dan melindungi noonanya , tapi kenapa kau membalas perbuatanku dengan perlakuan seperti ini ? “

Jae Hee : “Cukup ! hentikan perkataanmu sekarang ! dari awal aku tak setuju bila appamu menikah dengan eommaku , appamu itu hanya penjual daging yang tak punya apa-apa , beraninya dia menikah dengan eommaku , pastinya dia hanya mengincar harta eommaku ! dasar penjahat !”

Hyun Jae : “KIM JAE HEE ! jaga mulutmu !”

Jae Hee : “Wae ? WAE ?! semua yang ku ucapkan benarkan ? Appamu hanya membawa dirinya dan dirimu saat menikah dengan eommaku , seluruh biaya pernikahan eommaku yang membayarnya dan seluruh biaya kehidupan kita eommaku yang menanggungnya ! apa yang dilakukan appamu ? tak lama menikah dengan eommaku dia sakit-sakitan , penyakitnya menguras uang dan tenaga eommaku karena dia harus terus menjaganya selama 24 jam !

Hyun Jae : “Jae Hee~ya..”

Jae Hee : “Aku belum selesai ! eommaku benar-benar sudah dibutakan oleh cinta konyolnya kepada appamu , bahkan dia rela menjual seluruh saham perusahaan dan menggadaikan rumah kami hanya untuk membiayai kehidupan kita dan mengobati appamu itu ! sungguh , appamu itu tak tahu diri ! sudah di obati bukannya membaik malah semakin memburuk , sampai-sampai saat eommaku terlelap tidur dia harus terbangun dan mengantarkan appamu kerumah sakit karena penyakitnya yang kambuh tiba-tiba…dan membuat eommaku mengalami kecelakaan lalu meninggal..”

Hyun Jae : “Aku mengerti…mianhae..mian…bila kau merasa ini semua kesalahanku dan appaku aku minta maaf. Tapi bisakah kau tidak menghina appaku ? bagaimanapun dia sudah menjadi appamu juga noona..jadi bisakah sekarang kita hidup dengan rukun ? kita lanjutkan hidup kita dengan penuh ke bahagian..”

Jae Hee : “Dasar tak tahu diri ! aku membencimu ! aku tak suka dirimu ! dan juga appamu !

 

*Hyun Jae POV*

            Noona masih saja berteriak dan memukul mukul badanku. Yang dia teriakan sudah tidak asing di telingaku , ya… dia membenciku dan juga appaku.  Setiap hari dia hanya membentak dan berteriak kepadaku , tidak pernah kuterima perlakuan hangat darinya. Aku tahu dia sangat membenciku dan appaku sejak awal kami bertemu , tapi aku tidak bisa menghalangi cinta appa dan eomma Jae Hee. Aku sudah berusaha sebisa mungkin menjadi anggota keluarga yang baik untuknya , tapi dia tak pernah bisa melihat itu.

Kini kami hanya hidup berdua dirumah yang kecil ini , inilah satu-satunya harta berharga yang kami miliki. Setelah appa dan eomma  meninggal kami tak punya apa-apa , semua harta disita oleh bank karena eomma menggadaikannya demi mengobati appa. Aku merasa bersalah kepada eomma dan bahkan merasa sangat bersalah kepada Jae Hee. Aku ingin membuat kehidupan yang bahagia dengan Jae Hee , tetapi yang dia pikirkan tak pernah sejalan dengan apa yang aku pikirkan.

Sudah 6 tahun lamanya aku tinggal serumah bersama Jae Hee , walaupun hari-hariku di penuhi dengan teriakan dan bentakan dari Jae Hee , aku tahu…Jae Hee yang sebenarnya tidak seperti itu, dia adalah anak yang ramah dan hangat. Semuanya bisa aku lihat dari kesehariannya saat berinteraksi dengan eomma dan teman-temannya. Hanya padaku dan appaku dia menjadi Jae Hee yang berbeda. Dia selalu memintaku untuk memanggilnya noona , padahal usia kami hanya berbeda 5bulan , tentunya dia lebih tua dariku. Dia akan marah besar jika aku memanggilnya dengan nama.

Semua perlakuannya memang tak menyenangkan cenderung menyakitkan kurasa , tapi entah mengapa tak pernah timbul bahkan sedikitpun rasa untuk membencinya. Semakin hari aku hanya mencoba mengalah dan memaklumi , dan yang kurasa aku mencintainya….

*Jae Hee POV*

 

Dasar bodoh ! sudah tahu aku membencinya , tapi mengapa dia masih terus bersikap baik seperti itu kepadaku ? Mengapa dia tidak menjalani hidupnya sendiri dan meninggalkanku dan juga kehidupanku ? Aku sungguh muak pada dirinya !

Hari ini aku sangat lelah , tugas sekolah dan bekerja di kios ramyeon benar-benar sudah menguras habis tenagaku dan sekarang aku harus membuang tenagaku demi bertengkar dengan Hyun Jae. Eomma..aku sungguh membutuhkan mu sekarang , aku butuh tempat untuk bersandar..aku lelah dengan kehidupan seperti ini…

Tak terasa aku menangis lagi…tak pernah seharipun aku melewati hariku tanpa meneteskan air mata , sungguh…aku merindukan kehidupanku yang dulu…aku rindu eommaku.

 

*Author POV*

Hari-hari Jae Hee dan Hyun Jae berjalan seperti biasanya , Hyun Jae yang penuh perhatian terhadap Jae Hee dan Jae Hee yang terus membentak dan berteriak kepada Hyun Jae. Tidak ada niat sedikitpun dihati Hyun Jae untuk membalas semua perlakuan kasar Jae Hee , dia sadar bahwa dia harus melindungi Jae Hee karena dia adalah satu-satunya keluarga yang ia punya , sekaligus…satu-satunya wanita yang ia cintai.

 

#KEESOKAN HARINYA..

*Jae Hee POV*

Saat ini walaupun aku tinggal serumah dengan Hyun Jae , kami memenuhi kebutuhan kami masing-masing , aku bekerja di kios ramyeon dan dia bekerja di Pom bensin dekat sekolah saat malam hari. Memang semua ini tidak seberapa , tetapi setidaknya mampu memenuhi kebutuhan kami masing-masing. Setiap bulan Hyun Jae selalu menyisihkan uang gajihannya untukku , dia bilang ini untuk membeli keperluanku yang lain-lain , hah apa apan dia ini ? dia pikir aku tak punya cukup uang apa sampai perlu dikasihani seperti itu , dasar menyebalkan !

 

Hyun Jae : “Noona…mengapa belum tidur ? Ini kan sudah malam..hm..apa kau menungguku pulang ? (masuk ke kamar Jae Hee)

Jae Hee : “Mwo ?? Menunggumu ?? Orang seperti apa dirimu sehingga layak untuk aku tunggu huh ??”

Hyun Jae : “Hm..mianhae noona..”

Jae Hee : “Untuk apa kau masih berada di kamarku huh ?? Pergi !”

Hyun Jae : ”Ani jamkanman noona..Aku ingin berbicara sebentar denganmu”

Jae Hee : “Aku tidak berselera berbicara terlalu lama denganmu , apa kau tuli ? Atau tak tahu diri ? Pergi ku bilang pergi !”

Hyun Jae : “Noona..jangan berteriak.. ini sudah malam , bagaimana jika orang lain terganggu ?”

Jae Hee : “Masa bodoh ! Pergi !”

Hyun Jae : “Noona aku ingin memberikan ini saja padamu” (menyerahkan amplop)

Jae Hee : “Apa ini ?”

Hyun Jae : “Ini separuh uang gajiku..aku tahu bahwa ini tidak seberapa , tapi aku ingin sekali memberikannya kepadamu , dengan ini kau bisa membeli alat-alat kecantikan atau sebuah baju baru , aku tahu selama ini kau tidak pernah membeli semua itu karena upah kerjamu kau gunakan untuk biaya sekolahmu , kau juga tentunya ingin terlihat cantik dan manis seperti teman-temanmu , iya kan ?”

Jae Hee : “Apa-apan kau ini huh ! Kau kira aku tak punya uang untuk membeli semua itu apa ! Aku mampu ! Hanya saja aku berhemat demi hidupku..Dan sekarang kau bertindak seolah pahlawan ingin memberiku uang ?? Aku tak butuh uang ini !! (melempar uang pada muka Hyun Jae) Pergi Sekarang ! (menunjuk ke arah pintu)

 

Hyun Jae : “Noona..Tidak bisakah kau melihat niat baikku ? Aku tak punya maksud sedikitpun seperti apa yang kau katakan tadi”

Jae Hee : “Mwo ?? Niat baik ?? Sudah cukup aku tidak berselera melayani dirimu yang memuakkan , pergi !” (mendorong Hyun Jae keluar kamar)

Hyun Jae : “Noona…andwe noona…jamkanman…”

Jae Hee : “Berhenti memanggilku dan menjauh dari kamarku !” (membanting pintu)

Hyun Jae : “Ya! Kim Jae Hee !”

 

*Hyun Jae POV*

Kini aku hanya bisa diam mematung memandangi pintu kamar yang ia banting tadi tepat dihadapanku. Hatiku terasa sakit…sangat sakit. Perlahan air mata mulai mengalir keluar dari kedua mataku , ya..aku menangis. Untuk pertama kalinya aku menangis karena seorang wanita, wanita itu tak lain adalah wanita yang sangat aku cintai…

Jae Hee~ya…tidak bisakah kau merasakan bahwa perasaanku terhadapmu lebih dari sekedar dongsaeng pada noonanya ? Tidak bisakah kau merasakan ketulusanku ini ? Aku mencintaimu Jae Hee~ya…jika kau tak mencintaiku juga tak apa , aku tak memaksa. Tapi bisakah kau bersikap sedikit lebih hangat kepadaku , bahkan kurasa itu sudah lebih dari cukup untukku. Bisakah kau berhenti membenciku ? Di benci olehmu merupakan suatu kesedihan yang mendalam bagiku…

 

*Author POV*

Keesokan paginya Jae Hee terlihat gelisah , terus menggerutu tak jelas sambil mengacak-ngacak rambut ikal panjangnya diruang tengah. Hyun Jae hanya memperhatikan Je Hee dari dapur sambil mempersiapkan sarapan untuk Jae Hee. Ingin sekali dia menyapa noonya itu dan menanyakan hal apa yang sedang mengganggu pikirannya. Tapi dia tahu , bahwa dia melakukan itu dia akan mendapatkan teriakan yang menyakitkan dari noonanya itu. Mungkin dengan berdiam diri seperti itu adalah hal yang paling baik untuk tidak menambah beban Jae Hee.

 

Jae Hee : “Aaaaaaaaaaarrrrghhhhhh……….Babo Babo Babo !!! Jae Hee~ya nho jeongmal babo-ya iiiisssssssh……” Mengapa aku bisa lupa bahwa 2 hari lagi akan ada pentas seni , aku kan akan tampil dalam pertunjukan drama , tapi sampai sekarang aku tidak memiliki uang untuk membeli pakaian sebagai kostumku nanti , iiiish….masa aku harus meminta uang yang kemarin kepada Hyun Jae ? Aaaahh…Andwe ! Andwe ! Tak sudi aku memakai uangnya , ciih….” (berbicara dalam hati)

Hyun Jae : “Noona..kemarilah sarapan sudah siap , ayo kita makan” (sedikit berteriak dari dapur )

Jae Hee : (tidak merespon sama sekali)

Hyun Jae : “Noona ?? Ayo..”

Jae Hee : “Iiisssh…Arasseo ! Bawel Sekali ..”  (berjalan menuju dapur)

Hyun Jae : “Caaaa…cepat duduklah , noona kau harus makan yang banyak , kau harus pandai menjaga kesehatanmu , akhir-akhir ini cuaca sedang tidak bersahabat”

Jae Hee : “Kau mau aku makan atau aku pergi ?”

Hyun Jae : “Mwo ?”

Jae Hee : “Berisik sekali mulutmu sampai menyakiti kupingku , kalau kau ingin aku makan tutuplah mulutmu itu !”

Hyun Jae : “Ne..”

 

*Author POV*

Suasana meja makan itu begitu hening. Tak lama kemudian Jae Hee bangkit dari kursinya , nasi di mangkuknya sudah habis , dan dia berlalu meninggalkan Hyun Jae tanpa sepatah katapun. Mungkin dia ingin bergegas mandi  dan berangkat kesekolah pikir Hyun Jae , dan bnar saja apa yang di pikirakan Hyun Jae , tak lama Jae Hee masuk ke kamar mandi. Hyun Jae dan Jae Hee sama –sama berada dikelas 3 SMA , tetapi mereka berbeda sekolah. Tentunya itu ke inginan Jae Hee , dia tidak ingin berada bersama Hyun Jae di satu sekolah yang sama. Tidak terasa Hyun Jae sudah termenung terlalu lama di meja makan , untung saja dia sudah mandi sebelum menyiapkan sarapan tadi. Hyun Jaepun tersadar dari lamunannya ketika terdengar suara seseorang mengetuk pintu rumah.

 

Ttook..took….

Hyun Jae : “Jamkanman..” (membukakan pintu)

Eun Mi :  “Annyeong Hyun Jae….Kakakmu sudah berangkat ?”

Hyun Jae : “Annyeong Eun Mi~ya..wasseo ?? Dia belum berangkat , sepertinya sebentar lagi dia siap , ayo masuk..tunggulah dia didalam”

Eun Mi : “Ne..Gomawo”

Hyun Jae : “Duduklah…Apa kau harus ?? Tunggu sebentar akan kuambilkan segelas air untukmu”

Eun Mi : “Aaaah dwesseo Hyun Jae~ya…Tidak usah repot-repot , sepertinya kakakmu sudah akan keluar dari kamarnya”

Hyun Jae : “Geurae…”

Eun Mi : “Benarkan kataku , dia sudah keluar sekarang”

Jae Hee : “Eun Mi~ya wasseo ?? Sejak kapan kau disini ??”

Eun Mi : “Ne Jae Hee~ya..hmm belum lama aku disini”

Jae Hee : “Kalo begitu ayo kita berangkat sekarang , aku takut kita terlambat nanti” (menarik tangan Eun Mi menuju pintu)

Eun Mi : “Eooh…Jae Hee~ya..”

Jae Hee : “ Mwo ?? Ayo cepat pakai sepatumu !”

Eun Mi : “Ya! Seharusnya kau jangan langsung menarikku seperti itu , setidaknya kita harus berpamitan dulu pada Hyun Jae”

Jae Hee : “Aaaah dwesseo ! Untuk apa ?”

Eun Mi : “KIM JAE HEE ! Nho…”

Jae Hee : “Ah Shikeureoptta ! Kajja kita berangkat”

Hyun Jae : “Noona..Jamkanman ,apa kau tidak memakai mantel?”

Jae Hee : “Apa urusanmu ?? Urus saja dirimu sendiri !”

Hyun Jae : “Kau harus mengenakannya noona , udara diluar cukup dingin , bahkan Eun Mi pun memakainya”

Jae Hee : “Sudah aku masukan kedalam tas ! Sudah –sudah sana !”

Eun Mi : “Jae Hee~ya…”

Hyun Jae : “Arasseo..Noona , Eun Mi hati-hati yaa..Jjalga” (melambaikan tangannya)

Eun Mi : “Ne…nho ddo..jjalga..Annyeong…” (melambaikan tangan)

Jae Hee : “Ciih…Kajja Eun Mi~ya…” (menarik Eun Mi keluar)

 

*Hyun Jae POV*

Hm..begitulah Kim Jae Hee. Sikapnya kepadaku sedingin udara diluar sana, ani…bahkan beribu-ribu kali lipat lebih dingin dari itu. Haaah…Sepertinya menyenangkan bila dia bisa bersikap sama seperti Eun Mi kepadaku. Tapi tak apa , aku tak keberatan…karena aku menyukainya yang seperti itu , aku mencintainya apa adanya…

 

#SEMENTARA DILUAR SANA….

Eun Mi : “Jae Hee~ya…udara begitu dingin…cepat keluarkan mantelmu dan pakai segera”

Ja Hee : “Aku tak membawanya Eun Mi~ya..aku lupa , mantelku tertinggal dikamar”

Eun Mi : “Mwo ?? Tadi kau bilang kau sudah membawa di tasmu kan ?”

Jae Hee : “Sebenarnya aku tak membawanya , aku hanya tidak tahan saja mendengar
Hyun Jae berbicara so perhatian seperti itu kepadaku”

Eun Mi : “Mwo ?? So perhatian ?? Ya Kim Jae Hee ! Apa kau buta ? Dia memang benar-benar peduli padamu Jae Hee~ya..Dia begitu menyayangimu…Apa kau tidak bisa merasakannya ?? Bahkan aku saja bisa merasakan itu semua..”

Jae Hee : “Keumanhe Lee Eun Mi…”

Eun Mi : “Jae Hee~ya…Sampai kapan kau akan bersikap dingin seperti ini kepadanya huh ? Cukup Jae Hee~ya…Berhenti menyakitinya dengan semua tingkah lakumu itu , jangan kau balas perlakuan Hyun Jae seperti ini..Dia sudah cukup tertekan selama ini…”

Jae Hee : “Lee Eun Mi…Waegeurae ?? Mengapa kau tiba-tiba bersikap seperti ini ?? Dan Sejak kapan kau begitu menaruh perhatian kepada Hyun Jae huh ??”

Eun Mi : “Aku tidak seperti apa yang kau pikirkan Jae Hee~ya.. , aku tidak tahu hal apa yang membuatmu begitu membenci Hyun Jae dan aku tak akan pernah tanyakan itu…tapi cukup Jae Hee~ya redamlah kebencianmu , renungilah semua yang telah Hyun Jae lakukan untukmu , kalian ini adik-kakak hiduplah dengan rukun dan bahagia…”

Jae Hee : “Itu urusanku Lee Eun Mi ,kau tidak tahu apapun tentang ini , jadi jangan kau perdulikan hal ini..”

Eun Mi : “Aku ini sahabatmu Jae Hee~ya..Aku hanya..”

Jae Hee : “Sudahlah…Cukup Eun Mi~ya…aku tak mau karena hal ini kita bertengkar..”

Eun Mi : “Arasseo…Mianhae…Tapi sebaiknya kau renungi perkataanku tadi Jae Hee~ya..”

Jae Hee : “Huaaah berdiam disini terasa sangat dingin , ayo…aku bisa membeku disini dan kita bisa-bisa kita terlambat…” (menarik lengan Eun Mi dan berlari)

*Author POV*

            Merekapun segera berlari menuju sekolah dan sungguh beruntungan mereka pintu gerbang masih terbuka walau satpam hampir menutupnya.Tidak terasa jam sekolahpun sudah selesai , baik di sekolah Jae Hee maupun sekolah Hyun Jae. Waktu latihan drama pun telah tiba , dan Jae Hee tetntu saja masih terlihat gelisah..disaat yang lain sudah memiliki kostum , hanya dirinya dan Eun Milah yang belum memiliki kostum. Tapi beruntungnya Eun Mi , appanya sudah memberikannya uang dan sekarang dia akan membeli pakaian untuk kostumnya.

 

Eun Mi : “Jae Hee~ya appaku sudah memberikan uang untuk membeli kostum , aku akan membelinya sekarang kau ingin ikut ?”

Jae Hee~ya : “Waahh…syukurlah Eun Mi~ya aku ikut senang , sepertinya aku tidak bisa ikut bersamamu , aku ada urusan lain”

Eun Mi : Jeongmal ?? Eodiikha ??”

Jae Hee : “Ani..hanya ke suatu tempat , itu saja..”

Eun Mi : “Ya…Malhaebwa Jebal…Jamkan..atau jangan –jangan kau belum memiliki uang untuk membeli kostum lalu kau akan mencari pekerjaan tambahan , jangan bilang seperti itu , diluar sangat dingin dan kau tidak mengenakan mantelmu !”

Jae Hee : “Huaaah…hebat sekali kau dapat mengetahui pikiranku hahahahaha , aku tak apa Eun Mi~ya aku kan gadis yang kuat , kau tahu itu kan ?”

Eun Mi : “Issh…benarkan dugaanku , Jae Hee~ya  mian aku tak ada uang lagi , jika ada aku pasti sudah meminjamkannya padamu , ani….bahkan memberikannya padamu…”

Jae Hee : “Waaaaa….Lee Eun Mi…Kau sungguh membuatku terharu hiks..hiks…hahahaha , tak apa Eun Mi~ya…Kau selalu baik padakku dan aku sudah sangat sering merepotkanmu , jadi biarkan kali ini akan aku cari sendiri uang itu sampai aku bisa membeli kostum untuk tampil..”

Eun Mi : “Diluar sangat dingin Jae Hee , dan tak mungkin jika kau bekerja sampai larut malam demi sebuah kostum dan mengorbankan kesehatanmu…”

Jae Hee : “Penyakit ahjumma mu kambuh lagi Lee Eun Mi ahahaha…”

Eun Mi : “Ya ! Jae Hee~ya…Apa tidak sebaiknya kau meminjam uang kepada Hyun Jae ? Kurasa mungkin dia memiliki cukup uang untuk itu..”

Jae Hee : “Jebal…jangan bicarakan dia lagi…Aku pergi Lee Eun Mi-sshi , Annyeong…” (berlari sambil melambaikan tangan )

Eun Mi : “Ya ! KIM JAE HEE ! Ingat kataku jaga kesehatanmu …” (berteriak)

Jae Hee : “Ne…tak usah khawatir…” ( berteriak)

Eun Mi : “Huuuh…dia ini sangat keras kepala sekali ,bahkan kepalanya seperti terbuat dari batu”

*Author POV*

            Setelah Jae Hee hilang dari pandangannya dan Eun Mipun segera pergi mencari pakaian untuk kostum dramanya. Dramanya tentang kerajaan , jadi jelas saja bila gaun-gaun indah yang akan mereka kenakan. Di sisi lain Hyun Jae sedang berjalan untuk pulang namun perhatiannya tersita disalah satu toko. Ya.. toko gaun wanita , gaun berwarma merah muda sedang di pajang di di lemari toko , tak lama senyumanpun terukir jelas di wajahnya , dia membayangkan jika Jae Hee yang mengenakannya pasti sangat cantik seperti bidadari. Timbul niat Hyun Jae untuk menghadiahkan gaun itu untuk Jae Hee , namun harganya tidak main-main.

Saat Hyun Jae tengah temenung ada sepasang tangan menepuk pundaknya , saat dia berbalik tampaklah senyum hangat dari gadis yang periang Lee Eun Mi.

 

Eun Mi : “ Ya ! Park Hyun Jae “

Hyun Jae : “Eoh…Lee Eun Mi…”

Eun Mi : “Ya…Sedang apa kau disini ?Inikan toko gaun wanita..”

Hyun Jae : “Aah…ani…Hanya melihat-lihat saja..”

Eun Mi : “Ya Park Hyun Jae..jangan bilang kau disini untuk membelikan Jae Hee gaun untuk tampil drama  ?”

Hyun Jae : “Mwo ?? Gaun ?? Tampil drama ?? ”

Eun Mi : “Ne..Lusa sekolah kami akan mengadakan pentas seni , dan disana kami akan menampilkan sebuah drama yang bertemakan kerajaan , tentunya kami membutuhkan gaun sebagai kostum. Hm..apa Jae Hee tidak ceritakan semua itu padamu ?

Hyun Jae : “Ani..Jae Hee tidak pernah menceritakan semua itu kepadaku , karena dia memang enggan berbicara denganku”

Eun Mi : “Ah..Babo seharusnya sudah bisa aku tebak , mianhae..”

Hyun Jae : “Kau minta maaf untuk apa ? Oh ya…Sekarang apa Jae Hee sudah mendapatkan sebuah gaun ?”

Eun Mi : “Ah..aku lupa memberitahukannya padamu..Jae Hee berencana mencari pekerjaan tambahan malam ini , dia ingin membeli gaun itu dengan uangnya sendiri. Ah..satu lagi , Hyun Jae~ya…Jae Hee tidak membawa mantel itu , dia berbohong..”

Hyun Jae : “Mwo ? ? Kalo begitu dia bisa sakit karena kedinginan ! Lee Eun Mi mian aku harus mencarinya..” (berlari)

Eun Mi : “Ya Park Hyun Jae !” (berteriak) “Seharusnya kau tidak bertindak seperti itu demi dirinya”

 

*Hyun Jae POV*

            Dasar Babo yeoja ! Aku sudah mencarinya kemana-mana dan tidak ketemu , telefonku juga tak mau ia terima. Mengapa dia masih mengutamakan gensinyasaat dia masih berada dalam kesusahan. Aku ini selalu ada disampingnya , seharusnya dia ceritakan semua bebannya itu kepadaku. Sekarang sudah hampir malam , sendirian di udara sedingin ini dia tak memakai mantel. Ya Kim Jae Hee…sungguh saat ini kau membuat jantungku berdetak 10 kali lebih cepat , Jae Hee~ya…Kau dimana sekarang ?? Aku sangat mengkhawatirkanmu…

*Jae Hee POV*

            Huh…Sebenarnya aku ingin pulang langsung kerumah , setelah bekerja di kios ramyeon tadi aku benar-benar sangat lelah…Tapi aku harus mencari bpekerjaan tambahan demi sebuah gaun , huuuh…mengapa upahku belum cukup padahal tadi kios sangat ramai sekali. Ahhhh…ponselku bergetar kembali , anak itu masih tidak mengerti saja , aku benar-benar tidak mau di hubungi olehnya. Heuh…akan ku jawab telfonnya dan kumarahi dia biar tahu diri ! Mwo ?? Pesan ? ? Apa yang dia kirimkan ??

From :  Tak Tahu Diri

Noona kau dimana sekarang ?? Udara diluar sangat dingin , kau tidak menggunakan mantelmu kan ? Dimanapun sekarang kau berada , cepat pulang dan istirahatlah noona , seorang gadis berbahaya apabila berjalan sendiri di malam hari. Aku sungguh mengkhawatirkanmu…Jadi aku mohon pulanglah noona..

Ciiih…apa-apaan dia ini ? Benar-benar tak tahu diri , sungguh memuakan…bahkan aku tidak ingin menyimpan pesannya di ponselku..Tapi benar juga udara malam ini begitu dingin…

Jae Hee : “Ah…dingin sekali disini..aku perlu tempat yang hangat ! “

 
#TIBA-TIBA SEKUMPULAN PEMUDA JALANAN BERJALAN MENGHAMPIRI Jae Hee

 

Pemuda jalanan : “Hai Nona manis sendirian saja ? Kau ingin pergi kemana ? Bukankah udara malam ini sangatlah dingin”

Jae Hee : “Pergi kalian ! Jangan ganggu aku ! “

Pemuda Jalanan : “Bukankah kau berteriak membutuhkan tempat yang hangat tadi ?? Ayoo..kemari kami bisa menghangatkanmu..”

Jae Hee : “Jangan sentuh aku ! Menjauh dari ku , kalau tidak aku akan berteriak “

Pemuda jalanan : “Teriaklah jika kau bisa…”

Jae Hee : “Aaah..Lepaskan aku ! Andwe ! Andwe !…Lepas !” “ Eomma…Eun Mi…Tolong aku…”

 

TO BE CONTINUE..

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s