FANFICTION : TRUE LOVE

 

DON’T COPAS PLEASE ^^ HAPPY READING !

 

True Love

 

Author : Lee Yoo Ra (Thalita Fauziah)

Genre : Sad Romance

Cast :

  • Nam Ji Eun
  • Kang Gyeong Jun
  • Lee Yoon Hi
  • Do Ji Han

 

 

# # #

 

“Ji Eun-a..jangan cepat –cepat seperti itu ! Aku sudah sangat lelah berlari seperti ini , apa jangan – jangan kau sengaja ingin meninggalkanku ?”

“Mianhae Gyeong Jun-a..aku terlalu bersemangat , tadi kau bilang apa ? Aku ingin meninggalkanmu ? Asal kau tahu , itu hal yang paling mustahil Gyeong Jun-a..”

“Jadi..kau tak akan pernah meninggalkanku ? Begitukan ?”

“Tentu saja..dasar bodoh ! Kenapa kau malah bertanya pertanyaan aneh seperti itu ?”

“Ani..aku hanya memastikan saja..”

“Mwo ? Aigoo dasar aneh -_-“

“Kau bilang kau tak akan meninggalkan aku bukan ? Kalau begitu sekarang aku yang berlari di depanmu..Hahahaha bye bye Nam Ji eun…”

“Ya..! Tunggu aku Kang Gyeong Jun…!”

 

# # #

 

*Gyeong Jun POV*

“Napun Yeoja ! Chongmal napun Yeoja ! Aku membencimu , sungguh membencimu ! Lihat saja..bahkan jika kau kembali lagi nanti , aku tidak ingin melihat wajahmu yang penuh dengan kebohongan itu !”

*Gyeong Jun POV end*           

 

—–#—–

 

 

KOREA

 

*Gyeong Jun POV*

 

     Sudah 5 tahun sejak kejadian itu, yeoja itu masih saja menghilang tanpa berita dan jejak sedikitpun. Yeoja itu…yeoja yang telah membawaku kembali bangkit dari keterpurukan, yeoja itu…yeoja yang telah membawa begitu banyak kebahagian disetiap hariku, yeoja itu…yeoja yang telah mampu menghiasi hatiku, dan yeoja itu pula yang telah membawa berjuta rasa sakit dan benci ke dalam hatiku.

Nam Ji Eun. Yeoja itulah yang hanya mampu membuat aku tak berdaya lebih dari apapun, yeoja itulah yang mampu dengan mudah mengubah diriku dan seluruh kehidupanku. Diriku…Kehidupanku..Apa artinya ini semua baginya ? Seakan diriku ini adalah secarik kertas origami berwarna, yang dapat dengan mudah dia membalikkan antara sisi berwarna dan sisi putihnya.

Yeoja itu..memang mempunyai kemampuan yang tidak biasa dibandingkan dengan gadis lainnya. Dia mampu membawa begitu banyak warna dalam hidupku dan dia juga dapat dengan mudah menghapus seluruh warna- warna itu yang telah tertoreh rapih dalam kehidupanku.

Sampai sekarang sungguh aku tak mengerti..apa yang dia maksud dan apa yang dia inginkan ? Apa aku hanyalah boneka bagi dirinya ? atau aku adalah sosok yang mempunyai arti special dihatinya ? Yang jelas kini aku begitu membencinya…sangat membencinya. Ku akui, hari-hariku aku habiskan dengan memikirkannya dan menunggu kembali kehadirannya…sungguh…aku begitu merindukannya. Tetapi, semakin aku berpikir semakin pula aku menyadari bahwa dia tak layak untuk aku rindukan dan rasa bencilah yang pantas untuk menggantikan kata rindu itu.

*Gyeong Jun POV end*

 

 

AMERIKA

 

*Ji Eun POV*

 

Sudah 5 tahun semenjak kejadian itu, aku tak pernah muncul dihadapan namja itu, bahkan memberi kabar kepada namja itupun aku tak pernah. Namja itu…Namja yang kutemui dengan sisi yang rapuh, namja itu…namja yang selalu ada menemani dan melindungiku, namja itu…namja yang mampu menyita perhatianku dan namja itu…namja yang aku tinggalkan tanpa penjelasan apapun yang keluar dari mulutku.

*Ji Eun POV end*

 

—–#—–

 

*Author POV*

Kang Gyeong Jun. Namja itulah yang Ji Eun temui 10 tahun yang lalu di perumahan di daerah Kota Seoul. Namja itu, namja yang sedang terpukul atas kematian kedua orangtuanya karena sebuah kecelakaan pesawat penerbangan Jepang-Korea. Dari 120 orang penumpang, hanya dialah satu satunya korban yang selamat. Mengalami peristiwa menyeramkan itu di usianya yang masih kecil, ditambah dengan harus menerima kenyataan bahwa sekarang dia sudah menjadi yatim piatu, tentu saja merupakan pukulan terberat didalam hidupnya.

Ji Eun dan keluarganya adalah penghuni baru di perumahan itu, dan tepat sekali rumah yang Ji Eun tempati bersebelahan dengan rumah Gyeong Jun. Sepeninggalan kedua orangtuanya, Gyeong Jun dirawat oleh Bibi dan Neneknya. Dia benar-benar menjadi pribadi yang tertutup dan menakutkan.

Bahkan mulutnya saja, jarang iya pergunakan untuk berbicara walaupun itu kepada Bibi dan Neneknya. Tatapan matanyapun kosong. Hal inilah yang menyebabkan Gyeong Jun dijauhi oleh teman-temannya, karena teman-temannya berpikir Gyeong Jun berubah menjadi monster yang menakutkan. Tetapi hati Ji Eun berkata lain, Gyeong Jun bukanlah monster yang menakutkan, dia hanya seorang anak kecil yang membutuhkan seseorang yang mengerti akan perasaannya dan mampu membawa dia bangkit dari keterpurukannya.

 

*Author POV end*

 

—–#—–

 

 

*Ji Eun POV*

 

     Aku selalu ingat saat aku dan Gyeong Jun pertama bertemu..

Saat itu sore hari, saat musim gugur. Gyeong Jun sedang terduduk diam di kursi taman rumahnya, aku yang melihatnya dari kejauhan lama kelamaan menghampiri dirinya dan mengajaknya untuk bermain bersamaku.

*FLASHBACK*

 

Ji Eun : “Apa kau ingin bermain bersamaku ?”

Gyeong Jun : “Untuk apa kau mengajak aku bermain ? Kau tidak tahu aku ini monster !”

Ji Eun : “Tidak , kau bukan monster. Jika kau itu monster seharusnya kau mempunyai mata besar, gigi dan kuku yang tajam serta badan yang besar dan menakutkan.”

Gyeong Jun : “Tidakkah kau mendengar ? Bahwa anak-anak yang lain menyebut aku ini monster, berarti aku adalah monster.”

Ji Eun : “Benarkah ? Kalau begitu aku ingin bermain bersama monster. Monster…maukah kau bermain bersamaku ?”

Gyeong Jun : “Kau….”

 

     Dia yang tadinya kesal dengan sikapku yang polos namun keras kepala, akhirnya luluh dan bermain bersamaku. Aku ingat permainan apa yang pertama kali aku mainkan bersamanya. Ya…Kedai Ramen. Kami bermain sebagai penjual dan pembeli, tentu saja aku yang menjadi penjual ramennya dan Gyeong Jun sebagai pembelinya. Awalnya Gyeong Jun terlihat tidak antusias , namun lama kelamaan dia mulai terbawa suasana dan mulai menikmati permainan itu. Aku senang melihat sebuah senyuman dari mulut kecilnya aku ikut gembira dan kita tertawa bersama.

Ji Eun : “Selamat datang ahjussi..”

Gyeong Jun : “ Ne ahjumma..”

Ji Eun : “Anda ingin memesan ramen ?”

Gyeong Jun : “Ne.”

Ji Eun : “ Berapa porsi ?”

Gyeong Jun : “Satu saja.”

Ji Eun : “Baiklah tunggu sebentar, ramen akan segera datang”

 

Ji Eun : “Ini dia..Ramen sudah datang, selamat makan..”

Gyeong Jun : “Slurrrrrp…hmmm Ramennya enak sekali ahjumma, kalau begitu aku pesan satu porsi lagi ^^”

Ji Eun : “Baiklah…ahjussi makannya pelan-pelan yaa ^^”

 

—–#—–

 

Semenjak itu kami selalu bermain bersama dan akhirnya kami menjadi sahabat yang tak bisa dipisahkan. Dimana ada Gyeong Jun disitulah aku berada. Kami saling berbagi dan jalani suka duka bersama. Aku mulai menyadari bahwa Gyeong Jun adalah orang yang sangat berharga untukku, dan kurasa diapun merasakan hal yang sama sepertiku…

 

 

Gyeong Jun : “Ji Eun-a…

Ji Eun : “Wae ?”

Gyeong Jun : “Setelah kepergian kedua orang tuaku, kau lah satu-satunya orang yang berharga didalam hidupku”

Ji Eun : “Chongmallo ? aissssh….kau penuh dengan rayuan.”

Gyeong Jun : “Aku tidak main-main..”

Ji Eun : “Kalau begitu…bagaimana dengan Bibi dan Nenekmu ?”

Gyeong Jun :”Mereka semua juga penting bagiku…tapi dirimulah yang paling penting untukku.Maka dari itulah kau sangat berharga..”

Ji Eun : “Gyeong Jun-a…”

Gyeong Jun : “Maka dari itu, kau tidak boleh meninggalkan aku..karena itu akan menjadi hal terberat dalam hidupku bila aku kehilangan orang yang berharga didalam hidupku untuk kedua kalinya..”

Ji Eun : “Gyeong Jun-a…”

 

    Hingga akhirnya semuapun berubah…

 

Kelainan jantung yang aku alami dulu kambuh kembali. Fisikku menjadi lemah dan aku tak pernah bermain lagi bersama Gyeong Jun. Yang Gyeong Jun tahu, aku hanya terserang tifus, aku tak mau memberi tahu Gyeong Jun karena aku tak mau dia khawatir.

Semakin hari penyakitku bertambah parah, kini aku hanya berkomunikasi dengan Gyeong Jun melalui surat yang aku titipkan melalui eomma. Penyakitku semakin parah dan kondisiku semakin memburuk, ini semua begitu menyiksa. Bahkan dokter di Korea telah memfonis bahwa umurku tidak lama lagi. Aku sangat ketakutan, takut sekali. Aku takut jika aku benar-benar tak memiliki umur panjang, Gyeong Jun akan terpukul untuk kedua kalinya.

Eomma dan appa terlihat begitu sedih dan terpukul atas penyakitku, aku tak kuasa menahan tangis saat melihat raut wajah eomma dan appa saat memikirkanku. Akhirnya appa memutuskan untuk membawaku ke Amerika untuk melakukan pengobatan. Butuh waktu yang lama untuk menjalani pengobatan itu , maka dari itu appa dan eomma memutuskan untuk pindah ke Amerika.

Tentu saja semua ini membuat keadaanku semakin sulit. Aku tak bisa memberitahu Gyeong Jun mengenai keadaanku yang sebenarnya. Aku takut bila nantinya aku akan benar-benar meninggalkan dunia ini. Akhirnya aku putuskan untuk pergi tanpa berpamitan kepada Gyeong Jun. Aku tahu ini cara yang salah…ini akan menyakiti hati Gyeong Jun tentunya. Tapi sungguh aku tak punya cara lain, hatikupun sakit untuk melakukannya.

*FLASHBACK end*

 

*Ji Eun POV end*

 

 

 

KOREA

 

*Gyeong Jun POV*

 

Bila aku ingat kembali…kau sungguh kejam Nam Ji Eun ! Kau pergi tanpa sepatah katapun meninggalkan aku sendiri dan mengingkari semua janji yang telah kau ucapkan. Sungguh sekarang aku sangat menbencimu. Aku akan mencoba melupakanmu dan mencoba menjalani hidupku dengan baik tanpa dirimu. Aku pasti bisa tanpamu Nam Ji Eun !

*Gyeong Jun POV end*

 

—–#—–

 

*Author POV*

Dua tahun kemudian Gyeong Jun sudah menjadi mahasiswa Seni disalah satu universitas di Seoul. Gyeong jun benar-benar menjalankan tekadnya untuk menjalani hidup dengan baik. Di Universitas dia terkenal sebagai mahasiswa yang berprestasi dan mudah bergaul. Kini Gyeong Junpun mempunyai seorah kekasih bernama Lee Yoon Hi, gadis cantik ramah dan penuh perhatian. Gyeong Jun menemukan sebuah kenyamanan bila bersama Yoon Hi, maka dari itulah dia menjadikan Yoon Hi sebagai kekasihnya. Namun tetap saja tak bisa ia pungkiri, jauh di lubuk hatinya masih ada tempat khusus untuk Ji Eun dan itu tidak akan pernah terganti oleh siapapun.

Sementara itu, Ji Eun telah selesai dengan pengobatannya walau belum dinyatakan 100 % sembuh oleh para dokter di Amerika. Tetapi, perasaan bahagia begitu lekat menghampiri Ji Eun dan keluarganya. Mengetahui putrinya telah dinyatakan sembuh appa dan eomma Ji Eun memutuskan untuk kembali lagi ke Korea. Keputusan ini tentu membuat Ji Eun teringat akan Gyeong Jun. Ji Eun tahu…bahwa selama ini Gyeong Jun telah mendapatkan luka yang dalam karena dirinya. Maka dari itu, Ji Eun berencana untuk mencari Gyeong Jun, menjelaskan semuanya dan meminta maaf atas tindakannya.

Namun pertemuan Ji Eun dan Gyeong Jun terjadi diluar dugaan…

 

*Author POV end*

 

—–#—–

 

 

 

Universitas Seni Seoul

 

 

Do Ji Han : “Gyeong Jun-a..apa kah sudah mengetahui berita terkini di universitas kita?”

Gyeong Jun : ”Ani…belum…waeyo?”

Do Ji Han : “Aigoo..masa kau belum tahu ! Kabarnya akan ada seorang yeoja cantik asli Korea namun pindahan dari Amerika yang akan pindah ke universitas kita ini.”

Gyeong Jun : “Jinjja ?”

Do Ji Han : “Ne jinja…dia juga mengambil jurusan yang sama seperti kita. Seandainya gadis itu cantik dan pintar juga baik hati seperti Yoon Hi, akan aku jadikan dia yeojachinguku hahahaha…”

Gyeong Jun : “Hahahaha kau ini masih saja mencari-cari yeojachingu…kalau begitu aku mendukungmu..”

 

Yoon Hi : “Annyeong..”

Do Ji Han : “Oh…wasseo?”

Yoon Hi : “Ne…Gyeong Jun-a..kalian sedang membicarakan apa ?”

Gyeong Jun : “Rahasia…ini urusan para namja Yoon Hi-ya.”

Yoon Hi : “Mwo ? Aigoo.. Oh iya.. Apa kalian sudah mengetahui kabar tentang gadis pindahan yang akan mengambil jurusan seperti kita?”

Gyeong Jun : “Hmm..Arra.”

Do Ji Han : “ Ya ! Kelas sudah hampir dimulai, aku tidak sabar untuk melihat yeoja itu..”

Gyeong Jun : “ Ya ! Do Ji Han !

 

 

*Author POV*

 

Ji Han sudah berlari dahulu untuk cepat sampai ke dalam kelas. Sedangkan Gyeong Jun dan Yoon Hi berjalan dengan santai menuju ke dalam kelas. Ternyata mahasiswi pindahan itu sudah berada didalam kelas dan baru saja akan memulai acara perkenalan diri. Saat Gyeong Jun memasuki kelas dan melihat ke arah mahasiswi yang pindahan itu, betapa terkejutnya dia. Ternyata yeoja itu adalah yeoja yang selama ini dia rindukan dan yeoja yang selama ini dia benci.

“Annyeonghasseyo…naneun Nam Ji Eun imnida. Saya pindahan dari Amerika namun saya berasal dari Korea. Bangapsumnida dan mohon bantuannya”

 

Gyeong Jun : “Maldu andwe ! Yeoja itu……”

 

Ji Eunpun akhirnya melihat ke arah dimana Gyeong Jun berdiri. Ji Eun tampak sangat terkejut tidak percaya bahwa namja yang sedang ia tatap adalah namja yang begitu iya cintai yang ia tinggalkan 7 tahun yang lalu. Orang-orang yang berada di dalam kelas menatap heran ke arah Ji Eun dan Gyeong Jun, mereka merasa bingung dengan keadaan yang sedang terjadi.

Ji Eun : “Gyeong Jun-a…Gyeong Jun-a..”.

Yoon Hi : “Gyeong Jun-a…Kau mengenali yeoja itu ?”

Ji Eun : ” Kau Kang Gyeong Jun, benarkan ?”

Gyeong Jun : “Ani Yoon Hi-ya…Aku tidak mengenali yeoja ini..”

Ji Eun : “Gyeong Jun-a ini aku…Nam Ji Eun…Apa kau tak ingat ?”

Yoon Hi : “Gyeong Jun-a apa benar kau tak mengenalinya ?”

Gyeong Jun : “Tidak ! Aku sama sekali tidak mengenalnya “

Ji Eun : “Gyeong Jun-a…”

 

Gyeong Jun pun segera berlari keluar kelas dengan aliran air mata di pipinya. Yoon Hi pun segera menyusul Gyeong Jun yang berlari kencang keluar kelas. Amarah pun menyelimuti Gyeong Jun saat dia tahu bahwa Ji Eun yang telah lama menghilang kini tiba-tiba muncul dihadapannya. Rasa sakit yang selama ini susah payah dia kubur, dengan mudah mencuat keluar membuat luka yang lama, itu terasa sakit kembali.

Ji Eun yang juga menangis dengan penuh penyesalanpun menjadi bahan tontonan para murid didalam kelas. Akhirnya, dengan memberanikan diri Ji Han membawa Ji Eun keluar kelas untuk menenangkan hatinya. Jihan membawa Ji Eun ke Taman, setelah tangisan Ji Eun mereda, Ji Han meminta Ji Eun untuk bercerita mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi dan Ji Eunpun menceritakannya.

 

 

—–#—–

 

Kini Do Ji Han, telah mengetahui tentang apa yang sebenarnya terjadi antara Ji Eun Dan Gyeong Jun. Ji Eun begitu terpukul saat Gyeong Jun tidak mau mengenali dirinya, Ji Eun tahu itulah resiko yang akan dia terima. Sekarang disisi Gyeong Jun telah ada seorang yeoja yang sempurna untuk mendampinginya..rasa sayangnya kepada Gyeong Jun iya coba kubur dalam-dalam walau itu sangat menyakitkan. Saat ini Do Ji Hanlah sahabat yang selalu ada untuknya, menghibur dan menyemangatinya tanpa ia tahu bahwa Ji Han memiliki rasa yang lebih kepadanya.

Dalam Hal ini, hanya Yoon Hi yang tidak mengetahui yang sebenarnya. Ji Eun dan Ji Han tidak ingin menyakiti perasaan Yoon Hi. Gyeong Jun pun tidak menceritakannya kepada Yoon Hi. Semenjak Ji Eun berada di universitas, Gyeong Jun menjadi tertutup dan menyendiri. Bahkan sekarang dia tidak pernah berbincang dengan Ji Han, bahkan hubungannya dengan Yoon Hi pun tidak berjalan dengan baik seperti biasanya. Gyeong Jun hanya belum bisa menerima kenyataan yang sekarang sedang terjadi, walaupun dia begitu membenci Ji Eun tetapi dia juga begitu menyayangi Ji Eun. Perasaannya hanya dia sendirilah yang mengetahuinya. Selama ini, Yoon Hi hanya mencoba memaklumi sikap Gyeong Jun dan mencoba berpikir positif atas apa yang sedang terjadi.

3 bulan telah berlalu, tak ada yang berubah baik  Ji Eun ataupun Gyeong Jun. Selama ini Ji Eun sudah mencoba menjelaskan tetapi Gyeong Jun sudah menhindar terlebih dahulu. Kini Ji Eun berharap akan ada cara untuk menyelesaikan ini semua.

Hari ini universitas mereka mengadakan kegiatan mendaki gunung. Gyeong Jun, Ji Han, Ji Eun dan Yoon Hi pun ikut serta dalam kegiatan ini.

*Author POV end*

 

 

—–#—–

 

 

*Ji Eun POV*

 

“Ya Tuhan…mengapa dadaku terasa sakit ? Mengapa rasa sakit ini terulang kembali kumohon Tuhan jangan kau munculkan rasa sakit ini, disaat seperti ini…”

 

*Ji Eun POV end*

 

 

*Gyeong Jun *

 

“Ya Tuhan…apa yang sebenarnya akan terjadi ? Mengapa perasaanku tidak enak seperti ini ?”

 

*Gyeong Jun POV end*

 

—–#—–

 

Saat pendakian gunung panitia acara membagi kelompok. Satu kelompok terdiri dari 2 orang. Ji Han dan Yoon Hi berada dalam kelompok yang sama, sementara Gyeong Jun dan Ji Eun menjadi teman satu kelompok.

*Author POV*

 

Ji Eun : “Gyeong Jun-a sudah lama kita tidak bersama seperti ini, benarkan ? Ini mengingatkan waktu kita dulu sedang bermain, apa kau ingat ?”

Gyeong Jun : “Tidak..”

Ji Eun : “Benarkah ? Hm…kalau begitu kau ingat tidak saat kita bermain kedai ramen ?”

Gyeong Jun : “Bisakah kau menutup mulutmu ? Perkataanmu benar-benar menggangguku. Jika kau masih bicara akan ku tinggalkan kau sendiri disini !”

Ji Eun : “Gyeong Jun-a…”

 

Ji Eun : “Gyeong Jun-a…aku sungguh menyesal atas kejadian dulu, jadi apa kau tidak bisa memaafkan aku ?

Gyeong Jun : “Cukup ! Kau yang memilih !

Ji Eun : “Ya, Gyeong Jun ! Tunggu aku ! Jangan cepat-cepat seperti itu….aaahh…..dadaku terasa sakit….aaaahhh….Gyeong Jun-a…Tolong aku…aaah…”

 

Gyeong Jun yang merasa kesal berlari cepat meninggalkan Ji Eun sendiri. Saat Ji Eun hendak menyusul Gyeong Jun, tiba-tiba rasa sakit menyerang di bagian dada Ji Eun. Rasa sakit ini beribu-ribu kali lipat lebih sakit dari yang biasanya. Ji Eun yang tak kuat menahan rasa sakit akhirnya terpejam di tengah hutan sampai senjapun tiba.

—–#—–

 

Ji Han : “Gyeong Jun-a dimana Ji Eun ?”

Gyeong Jun : “Aku tidak tahu.”

Ji Han : “Ya ! Apa maksudmu tidak tahu ?”

Gyeong Jun : “Aku meninggalkannya di hutan, karena dia begitu lamban !”

Ji Han : “Mwo ? sekkiya ! (bbuukk~)

Gyeong Jun : “Do Ji Han, kau ini kenapa ? hah !”

Ji Han : “Kau meninggalkan Ji Eun di hutan ? Asal kau tahu, Ji Eun mengidap kelainan Jantung dan ini juga alasan mengapa dia pergi meninggalkanmu !”

Gyeong Jun : “Mwo ?”

Ji Han : ”Dia pergi berobat di Amerika dan tidak ingin kau khawatir dengan kondisinya ! Sekarang kau meninggalkannya di Hutan sendirian, bagaimana kalau penyakitnya kambuh hah ?”

Gyeong Jun : “Chongmallo ?”

Ji Han : “Cukup ! Jangan siksa lagi dia seperti ini !”

Yoon Hi : “Gyeong Jun-a…apa yang terjadi sebenarnya?”

Gyeong Jun : “Mianhae Yoon Hi-ya…Aku harus mencari Ji Eun.”

 

Dengan segera Gyeong Ju dan Ji Han mencari Ji Eun. Mereka mencari ke jalan-jalan yang biasanya dilewati oleh para pendaki. Setelah lama mencari, akhirnya Gyeong Jun berhasil menemukan Ji Eun yang terletak tak berdaya di tanah hutan. Dengan penuh penyesalan Gyeong Jun langsung membawa Ji Eun ke tempat kemah mereka.

Sesampai disana sebuah mobil sudah siap untuk mengantarkan Ji Eun kerumah sakit. Dengan hati yang cemas dan penuh rasa bersalah Gyeong Jun terus mendampingi Ji Eun sampai di rumah sakit. Tangan Ji Eun tak ia lepaskan sedikitpun.

*Author POV end*

 

—–#—–

 

 

*Gyeong Jun POV*

 

   “ Nam Ji Eun…Kumohon bertahanlah…Kau harus kuat…Bertahanlah…dan jelaskan semuanya kepadaku…Kumohon jangan tinggalkan aku untuk kedua kalinya..”

*Gyeong Jun POV end*

 

Tak lama kemudian Ji Eun pun sadar..

*Author POV*

Ji Eun : “Gyeong Jun-a…”

Gyeong Jun : “Ne Ji Eun-a…aku disini”

Ji Eun : “Mianhae..aku telah menyakitimu…aku tak punya pilihan lain..”

Gyeong Jun : “Sudahlah…Ji Han telah menceritakan semuanya kepadaku…Aku telah memafkanmu, jadi bertahanlah untukku arra?”

Ji Eun : “Mianhae Gyeong Jun-a…sepertinya aku tidak bisa…Sepertinya aku akan melanggar janjiku untuk yang kedua kalinya.”

Gyeong Jun : “Apa maksudmu ? Jangan berbicara seperti itu…”

Ji Eun : “Aku begitu bahagia di sisa hidupku, kau ada disampingku. Gyeong jun-a hiduplah dengan baik, jagalah Yoon Hi baik-baik arra?”

Gyeong Jun : “Ji Eun-a….”

Ji Eun : “Gyeong Jun-a..sa..rang…hae…”

Gyeong Jun : “Ji Eun-a ! Nam Ji Eun kau harus bangun ! Jangan tinggalkan aku ! Ji Eun-a……..

Dengan penuh linangan air mata, di sisa akhir hidupnya Ji Eun memegang pipi Gyeong Jun sambil mengungkapkan perasaannya dan dia dapat pergi dengan tenang. Sementara Gyeong Jun terus meronta dan menangis meminta Ji Eun untuk kembali. Gyeong Jun akhirnya mengetahui, bahwa yeoja yang selama ini dia cintai juga mencintainya…dan yeoja itu bukanlah yeoja yang kejam…dia tak layak untuk di benci.

 

*Author POV end*

 

 

Yoon Hi : “Gyeong Jun-a…ternyata selama ini kau mencintai Ji Eun ?”

Gyeong Jun : ”Aku selalu mencintainya dan selalu akan mencintainya..”

Yoon Hi : “Apa berarti selama ini kau tidak mencintaiku ?”

Gyeong Jun : “Aku mencintaimu..aku juga mencintaimu..Ji Eun sampai kapanpun selalu mempunyai tempat yang khusus di hatiku…Tapi aku dan Ji Eun tak bisa bersatu…Dan ternyata aku sadari bahwa belahan jiwaku bukanlah Ji Eun melainkan dirimu…Maka dari itu, tetaplah bersamaku Yoon Hi-ya…”

Yoon Hi : “Ne aku mencoba Gyeong Jun-a…”

 

 

Ji Eun-a…Kau mungkin bukanlah belahan jiwaku, tapi dapatku pastikan bahwa kaulah cinta sejatiku..Saranghae…Yeongwonhi……

 

The End

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s