FANFICTION : REMEMBER ME MY LOVE (Part.1)

 

Ini FF yang pertama kali admin buat looh hihihi ^^ masih amatiran , HAPPY READING , DON’T COPAS   PLEASE 😉

REMEMBER ME MY LOVE

 

v Lee Yoo Ra

v Lee Hongki (vokalis FT.Island) as Hongki

v Chae Rim

v Kim Myung Soo “L” (member boyband INFINITE) as Myung soo

Tahun   1998

Ciit..citt..cuitt…

Suara burung kecil yang merdu ini membangunkan yoora dari tidurnya , segera bergegaslah yoora beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi. Hari ini sungguh istimewa , karena sudah seminggu lamanya yoora menunggu hari ini. Hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke-6tahun , dia tak sabar kejutan apa saja yang dia terima hari ini. Terlebih lagi Hongki teman bermainnya sudah berjanji akan mengajaknya ke tempat yang special.

Hongki adalah orang yang sangat berarti untuk yoora , dia adalah teman bermainnya, kakak baginya dan ksatria pelindung baginya. Keluarga hongki oppa sangat dekat sekali dengan keluarga yoora. Saking dekatnya keluarga yoora dengan keluarga mereka , yoora memanggil orangtua hongki dengan sebutan eommoni dan abeoji , begitupun sebaliknya. Hongki hanya 2tahun lebih tua darinya dan karena sifatnya yang begitu hangat dan lembut itulah yang membuat yoora begitu menyukainya.

 

Setelah mandi yoorapun berdandan dengan cantik dan bergegas menuju lantai bawah.

Pritt…pritt…

“Saengil chukahamnida , saengil chukahamnida , saranghaneun uri yoora , saengil chukahamnida….Saengil chukae yoora ya~…”

Ternyata dilantai dasar sudah ada omma , appa dan juga eommoni dan abeoji. Yoora sangat gembira, ternyata mereka telah menyiapkan pesta kejutan ulang tahun untuknya. Lalu mereka semua bergantian memeluknya memberi ucapan selamat dan memberinya hadiah. Lalu lama-kelamaan yoora menyadari bahwa hongki tidak ada dalam acara itu.

“eommoni..hongki oppa eodhiseo ? kenapa dia tidak datang ?” , tanya yoora kecewa sambil ingin menangis.

“ahaha ,  ulljima chagi , hongki oppa yeogisseo.” Jawab eommoni.

Tiba-tiba dari pintu taman..

“Saengil chukahamnida , saengil chukahamnida saranghaneun uri yoora , saengil chukahamnida..”

Suara itu tidaklah asing bagi yoora dan benar saja ternyata hongki  ada disitu , ia keluar dari pintu taman membawakan kue ulang tahun dan bernyanyi lagu selamat ulang tahun untuk yoora.

“oppa…” , teriak yoora gembira sambil menghampiri hongki oppa.

“Saengil chukae yoora~ya , tiup lilinnya palli !” teriak hongki.

Fuuhh..

Yoorapun meniup lilin-lilin itu satu persatu sambil berdoa agar dia dapat terus bahagia dan hongki akan selalu bersamanya.

“Gomawo oppa..” , ucap yoora pada hongki sambil tersenyum.

“Cheonmaneyo yoora~ya” , jawab hongki sambil tersenyum manis.

Melihat yoora dan hongki oppa , omma , appa , eommoni dan abeoji hanya tertawa tawa sambil mengejek mereka berdua.

“Yoora ayo ikut oppa ,oppa akan menepati janjiku sekarang , kajja..” , ucap hongki sambil memegang tangan yoora.

“uhmm..kajja” , jawab yoora senang.

(OST :  Can’t believe it – Yoon Ha)

 

Lalu hongki oppapun mengajak yoora ketempat yang sudah ia janjikan.

Merekapun pergi kesana dengan sepeda , betapa senang hati yoora ketika dia di bonceng oleh hongki sambil memegang erat kepadanya.

Akhirnya merekapun sampai ketempat yang di maksud hongki. Itu adalah tempat yang indah yang pernah yoora lihat , sebuah danau yang besar dihiasi dengan bunga2 warna-warni disekelilingnya. Didanau itu juga terlihat ada sebuah perahu kecil.

“Otthe ? apa kamu menyukai tempat ini ?” , tanya hongki.

“Ne , nha neomu joha oppa” , jawab yoora dengan gembira.

“Jeongmallo ? oppa senang ternyata kamu begitu menyukai tempat ini” , ucap hongki.

“Ne..” , jawab yoora singkat dengan raut wajah yang bahagia.

“Apa kau ingin mengelilingi danau ini ? kita naik perahu kecil itu .” , ajak hongki.

“Mau mau mau , tapi apa bisa oppa ? , tanya yoora ragu.

“Tenang saja , oppa bisa , kau hanya perlu percaya pada oppa , ok”.

“ok , aku percaya”.

 (OST : Lovely day – Park Shin Hye)

 

Yoora dan hongkipun menaiki perahu kecil itu , dan mereka mendayungnya bersama-sama. Mereka berdua mengelilingi danau itu dengan perasaan bahagia sambil melihat-lihat pemandangan yang indah. Kemudian mereka berhenti sejenak.

“Yoora~ya  saengil chukae.” , ucap hongki.

“Ne oppa , dari tadi oppa sudah mengucapkannya.” , jawab yoora.

“Apa yang kamu inginkan dari oppa ? oppa pasti akan memberikannya untukmu.” Ucap hongki tegas.

“Jeongmal ?“

“Hmm”.

“Aku ingin , oppa selalu ada di sampingku , oppa jangan tinggalin yoora ya ?” , jawab yoora.

“Ne , oppa janji , oppa selalu akan ada disamping yoora , oppa gak akan tinggalin yoora dan oppa juga akan selalu menjaga yoora , otthe ?” , jawab hongki.

“Yaksokhe oppa?”

“Hmm yaksokhe , yoora oppa punya sesuatu untukmu.” , ucap hongki sambil memberikan kalung couple.

“Kalung ?” , tanya yoora.

“Ne , untukmu kalung berbentuk anak laki-laki , untuk oppa kalung berbentuk anak perempuan , kita harus selalu memakai kalung ini dimana saja kita berada , jadi kalo yoora membutuhkan oppa yoora panggil saja oppa sambil memegang kalung ini , otthe ? johahe ?”

“Wahh , nha neomu joha…gomawo oppa”

“Cheonmaneyo yoora~ya..” , ucap hongki sambil memakaikan kalung itu dileher yoora dan yoorapun memakaikan kalung kepadanya.

Kemudian Hongkipun meletakkan kepala yoora untuk bersandar di bahunya , hongki yang seperti itu membuat yoora begitu menyukainya dan tidak mau sampai berpisah darinya. Di tengah-tengah danau sambil menikmati pemandangan danau , yoorapun masih terus bersandar di bahu oppa. Hari ini benar-benar adalah hari yang istimewa dan berarti untuk yoora , hari ini terasa bahagia , yoora menghabiskan waktu seharian bersama hongki. Yoora merasa tidak ingin hari itu cepat berakhir ^^.

(OST : Perhaps love – Howl  and  J)

Setelah hari mulai gelap , akhirnya hongki mengajak yoora untuk pulang. Yoora merasa berat untuk mengatakan YA , karena hari ini benar-benar indah dan menyenangkan bersama hongki. Sekitar jam 5 sore Yoora dan hongki oppa pulang.

Setibanya di depan rumah yoora . .

“Nah..sudah sampai” , ucap hongki.

“Jeongmal ?? ahhh…”

“Sudah mau malam , cepat turun , palli” , pinta hongki.

“Ahh…shireo !!! , jawab yoora.

“Kenapa tiba-tiba seperti ini ??” tanya hongki lembut.

“Aku hanya…”

“Hanya apa ??”

“Ani…oppa oneul chongmal gomawosseo , nha neomu neomu haengbokhe , nho ttemuniya”

“Jeongmallo ??”

“Hm..”

“Ne , cheonmaneyo yoora~ya , bila kau bahagia seperti ini , oppa akan berusaha untuk membuat kau terus bahagia , otthe ?”

“Hm..yaksokhe oppa ? jangan lupa !”

“Ahahaha ne yaksok , cepatlah masuk kerumah , udaranya dingin sekali !”

“Ne oppa , aku masuk dulu ya , anyyeong oppa” , ucap yoora sambil akan membalikan badan.

Saat yoora akan berbalik dari hadapan hongki , tiba-tiba hongki menarik tangannya dan diapun mencium kening yoora , dan yoorapun terkejut dan hanya bisa diam.

“Ahaha ige meoya ? , adegan seperti ini hanya aku lihat di drama TV (pikirku) , tapi..sekarang aku yang mengalaminya. Hmm aku kan masih kecil , kenapa bisa terjadi hal seperti ini ?? (pikirku bingung) tapi..tak apalah aku menyukainya hahaha” , ucap yoora dalam hati.

Setelah itu , yoorapun mengangkat kepalanya dan memberanikan diri untuk menatap hongki.

Ahh..wae ireoni ??” , ucap yoora dalam hati sambil melihat hongki yang tersenyum manis kepadanya dan yoorapun membalas senyuman manisnya itu.

“Yoora~ya , yeogi neomu neomu chupta , cepat masuk , palli !” , pintanya.

“Hmm.. annyeong oppa , jjalga..” , ucap yoora sambil melambaikan tangan kepada hongki.

“Ne annyeong..” , ucap hongki sambil mengayuh pergi sepedanya.

 

(OST : Losing My Mind – Lee Seung Gi)

 

Setelah hongki pergi , yoorapun masuk kedalam rumah. Tanpa memberi salam kepada omma & appa , yoora langsung berlari dan masuk kedalam kamar.

“Huahh…ahahaha oppa oppa oppa !!!” , teriak yoora sambil melompat-lompat kegirangan diatas rangjang tidurnya.

Omma & appapun akhirnya datang kekamar yoora . .

Yoora~ya , waeyo ?? nho gwaenchana ??” , tanya appa khawatir.

“Ani..nha neomu neomu haengbokhe appa , nho aro ?” , jawab yoora.

“Hm..hongki ttemune ?? aigoo..” , tebak omma.

“Hm..” , jawab yoora sambil tersenyum gembira.

“Mwo ?? hongki ttemuniya ?? aigoo..uri yoora” , ucap appa sambil tertawa bersama omma dan mengelus-elus kepala yoora.

Yang terjadi hari ini sangat membuat yoora bahagia , sampai-sampai yoorapun memimpikan hongki di tidurnya. Yoora memimpikan ada di sebuah taman yang indah memaikan gaun pengantin. Hatinya berdebar-debar menantikan siapa yang akan menjadi pendampingnya. Ternyata orang itu adalah hongki , dia datang bersama senyumannya yang manis itu. Diapun menggandeng tangan yoora , dan mengatakan bahwa yoora akan menjadi istrinya , huahhh maldu andwe !!!.

 

(OST : You  and  I – Park Bom)

 

Kriiinggg…..kriinggg…

Suara alarmpun membangunkan yoora dari tidurnya dan membuyarkan semua mimpi indahnya.

“Ahh..shikkuropta !!!” , teriak yoora sambil mematikan alarm.

“Mwoya ?? hanya mimpi , uhhh menyebalkan sekali. Tapi..hal itu memang tak mungkin terjadi , ahh aku begitu menikmati jadi istri hongki oppa walaupun hanya dalam mimpi” , ucap yoora didalam hati.

Yoorapun segara meninggalkan mimpinya yang berlebihan itu , lalu bergegas mandi.

Byurr…byurr…

Setelah mandi Yoorapun berdandan dengan cantik , Yoora akan pergi kerumah hongki. Langkahnya sangatlah cepat karena tak sabar ingin bertemu hongki. Tetapi , langkahnya akhirnya terhenti di lantai dasar , yoora melihat appa yang sedang menerima telfon. Mimiknya terlihat terkejut dengan penuh rasa sedih.

“Appa waeyo ?? kenapa memasang wajah yang seperti itu ??” , tanya yoora dalam hati dan diapun segera berlalu tanpa berpikir lagi , pikirannya hanya dipenuhi hongki.

 

Sesampainya dirumah hongki . .

“Eommoni..emmoni , aku datang” , teriak yoora.

“Ohh..yoora~ya wasseo ?? , jawab eommoni dengan ekspresi yang tidak seperti biasanya. Wajahnya terlihat bingung dan sedih , seperti sedang memikirkan sesuatu hal.

“Eommoni..eommoni waeyo ?? nho gwaenchana eommoni ??” tanya yoora khawatir.

“Kokchonghajima…Eommoni gwaenchanayo” , jawabnya sambil mengelus kepala yoora.

Melihat eommoni yang seperti itu , yoora hanya bisa percaya walaupun sebenarnya terlihat aneh. Saat dia menuju ke kamar hongki , yoora melihat abeoji sedang menelfon seseorang. Abeoji terlihat sedang memohon-mohon kepada orang itu dengan wajah yang sedih dan penuh rasa takut. Sekian lama abeoji memohon , sepertinya orang itu mau membantu abeoji. Abeojipun mengucapkan kata terimakasih kepadanya. Yoora senang , sekarang wajah abeoji terlihat senang dan lega.

 

Tiba- tiba…

“Yoora~ya..nho wasseo ??” , teriak hongki sambil menghampirinya.

“Ohh ne oppa , annyeong..” , jawab yoora.

“Kau sudah sarapan belum ?” , tanya hongki.

“Aku ?? belum oppa hihi”.

“Ahh , kau nakal yahh.. , kalau begitu kita sarapan bersama , otthe ?”

“Kita ?? hm.. ok oppa”.

“Ok , khajja..”

Hongkipun mengajak yoora ke ruang makan untuk sarapan bersama. Sebenarnya yoora ingin sekali bertanya kepada hongki , apa yang terjadi dengan eommoni dan abeoji. Tapi yoora takut merusak suasana , dia takut hongki jadi merasa sedih , yoorapun memutuskan untuk tidak bertanya.

Sesampainya diruang makan..

“Annyeonghaseyo abeoji..” , ucap yoora.

“Ohh..yoora wasseo ?? ayo cepat duduk , kita sarapan bersama.

“Ne abeoji”

Akhirnya merekapun sarapan bersama. Saat sarapan yoora terus memperhatikan wajah eommoni dan abeoji , yoora mengkhawatirkan mereka. Tapi saat sarapan , wajah mereka terlihat sangatlah gembira seperti tidak ada beban , berbeda sekali dengan yang yoora lihat tadi. Walaupun sedikit merasa aneh , yoora merasa lega ternyata eommoni dan abeoji tidak apa-apa.

“Yoora~ya apa sudah selesai makan ?” , tanya hongki.

“Ne oppa..waeyo ?”.

“Ayo kita ke kamar oppa , khajja..”

“Oh ne oppa , eommoni abeoji chongmal gomapsumnida buat sarapan hari ini” , ucap yoora pada eommoni dan abeoji.

“Ne , cheonmaneyo chagi” , jawab eommoni.

Sesampainya dikamar hongki . .

“Oppa , apa yang akan kita lakukan sekarang ?” , tanya yoora.

“Oppa  akan bernyanyi untukmu” , jawab hongki.

“Ahh jeongmallo oppa ?”.

“Ne , jeongmal , dengar ya..”

“Oneuldo nae giokkeul ddara haemeda , I gil kkeuteseo seoseongineun na , dashin bol sudo eopneun niga nareul butjapa ,naneun ddo I gileul mutneunda“. (Lagu : Niga Animyeon Andwe – Yesung)

“Huahh…baksu baksu , oppa bagus sekali”.

“Jeongmal ?? lagu ini untukmu yoora”.

“Ahh , untukku ?? gomawo oppa”.

Hanya ada yoora dan hongki di kamar hongki , hongki hanya terus tersenyum kepada yoora , senyuman itu selalu membuat hati yoora berdebar – debar setiap kali melihatnya.

(OST : My Heart is Beatting – K.Will)

Nahh chingudeul sekian dulu FF part 1 nya hhe , gimana ceritanya ? lebay yahh ? ahaha , nanti pasti akan ada lanjutannya ko tenang ajahh..

Gomawo ya buat yang udah baca , nha harep kalian nungguin cerita lanjutannya dan bakal baca cerita selanjutnya , miand chongmal mianhae ya kalo ceritanya kurang menarik ato lebay ^^…

Kasih komen , saran dan like kalian ya , gomawo , annyeong :O !!!

LYRIC EPIK HIGH & PARK BOM – UP

 

Tablo || Mithra Jin || DJ Tukutz || Bom
[Romanization]   
oneureun ttangeul gieodo
nae ireun haneul wiro.
geochin baram bureodo I’m goin’ up.

EPIK!

Up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
Up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
Up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
Up, up, baby get up.

himdeul jyo? gwa geoneun dwiro.
ijen molla wae geob meogeun jido.
ape jeogeun itgo mwo, dwien gangi jiman
I fly high. siseoneul wiro.
silpae neun duryeowodo sido haji
baegman beonui nalgae jit.
tteoreojin got boda deo nopeun
gosi baro naega neomeul han gyeji.

geu nuga ne meori wie olla seomyeon
sesangeul dwi jibeo. na na nanana.
geu nuga neoui darireul kkeokkeot
damyeon nalgaereul pigo get up!

oneureun bal kkeuti eodo
nae ireun meori wiro.
nuga gireul magado I’m goin’ up.

Up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
Up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
Up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
Up, up, baby get up.

nan jugji anha. No pain, no gain.
tto chama. No rain, no rainbow.
No heorikein, toneido can ever stop me.
jeo haneuri nune gajang keul ttaega
deungi badage budi jhyeo sseul ttaera
sseureojin mankeum nopi olla gamyeon
I’m never coming down.
bit gateun sewol sog nan benjamin,
siganeun geokkuro gaji.
silpae neun haru han beon. naegen bitamin.
ssibeo samkil seon mullo samji.
tug. tug. nara deuneun sesangui jaeb.
maja gamyeo jeon jinhae won, tu seuteb.
neomeo jideorado teikeu daun hu bada naego malji taeb aut.

geu nuga ne meori wie olla seomyeon
sesangeul dwi jibeo. na na nanana.
geu nuga neoui darireul kkeokkeot
damyeon nalgaereul pigo get up!

oneureun ttangeul gieodo
nae ireun haneul wiro.
geochin baram bureodo I’m goin’ up.
oneureun bal kkeuti eodo
nae ireun meori wiro.
nuga gireul magado I’m goin’ up.

nal kkeureo naeryeodo, naeryeo chyeodo
We’re goin’ up!
We’re blowin’ up!
No givin’ up!
So shut it up!

We’re goin’ up!
We’re blowin’ up!
No givin’ up!
So shut it up!

We’re goin’ up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
We’re blowin’ up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
No givin’ up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
So shut it up, up, baby get up!

 [Translation]

Though I crawl on the ground today,
tomorrow I’m going up to the sky
Though the rough winds blow, I’m goin’ up

E.P.I.K.

Up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
Up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
Up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
Up, up, baby get up.

It’s hard, right? I push my past behind,
I don’t even know why I was scared
The enemy is in front and behind me is a river
but I fly high, above all the eyes
I’m scared of failure but I still try, flapping
my wings hundreds of thousands of times
Going higher than the place
I fell is the limit I must overcome

If anyone stands on top of your head,
flip over the world
If anyone breaks your legs,
spread your wings and get up

Though today I’m at the tip of my feet,
tomorrow I’m going over my head
No matter who blocks me, I’m goin’ up

Up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
Up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
Up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
Up, up, baby get up.

I’ll never die, no pain, no gain,
I hold it in again, no rain, no rainbow
No hurricane or tornado can ever stop me
The sky looks the biggest when
I fall down to the ground on my back
So as much as I fell down, if I go back up,
I’m never coming down
Life passes with the speed of light but
I’m like Benjamin when time goes backwards
One failure per day is like a vitamin to me,
like a gift that I need to chew and swallow
Jab, jab, the world takes its jab at me but
I take those jabs and move forward, one two step
Even if I fall after a take down, I’ll accept it and tap out

If anyone stands on top of your head,
flip over the world
If anyone breaks your legs,
spread your wings and get up

Though I crawl on the ground today,
tomorrow I’m going up to the sky
Though the rough winds blow, I’m goin’ up
Though today I’m at the tip of my feet,
tomorrow I’m going over my head
No matter who blocks me, I’m goin’ up

Even if you drag me down, push me down
We’re goin’ up!
We’re blowin’ up!
No givin’ up!
So shut it up!

We’re goin’ up!
We’re blowin’ up!
No givin’ up!
So shut it up!

We’re goin’ up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
We’re blowin’ up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
No givin’ up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
So shut it up, up, baby get up!

LYRIC EPIK HIGH & LEE HA YI – IT’S COLD

 

Epik High – It’s Cold (Feat. LEE Hi)

Tablo || Mithra Jin || DJ Tukutz || LEE Hi
[Romanization]

bomi wa kkoteul piugo.
yeoreumi wa gieogi noga naeryeodo…

nan wonrae sagye jeori eoulliji anha,
chagaun ai janha.
mojin seong gyeogeun sareul eneun gyeoul.
sirin baram. alman keum al janha.
naegen naeng jeongi daingeol.
gyeoul bada gateun simjang ingeol.
baereul ttuiwo daga omyeon algetji.
naega seomi anin bing san ingeol.
nan cho jeomeul irheotji. seori kkin nun. sirin gieogi
balb hyeoseo mog jeoj eobsi
bimyeong man jilleotji.
apeun sangcheo man nameun bing pani eotji.
nunsatae nan deut muneo jin mam.
chuseuryeo boni dasi bul kkeojin bam.
neoran haega tteodo nun deopin
saneun nogji anha.

yeogin chubda. jum eonie soneul sumgyeo bwado
neomu chubda. soneul moa ibgim bureo bwado
maeumi eoreo buteoseo jakku ibsuri teunda.

naman chubda. ibullo nae momeul gamssa bwado
neomu chubda. nugun gaui pume angyeo bwado
gaseumi gumeong naseo maga boryeo haedo
jakku barami saenda.

bomeun seollemyeo chajao jiman
nan gaeurui kkeut jarage seo.
gyeoure meomchun gieog. ttaseu hameun gadwoss-eo.
mareun maeumui teun sal aneseo.
eoreo buteun gang mure gadhin chueog.
butjabgo nae soneul nohji anha.
chaga wotdeon ibyeoreul an dwibuteo
kkot pideon geu bomeun oji anha.
beot kkochi naegen nunsongi cheoreom pi janha.
yeogin chubda.
haet saldo naegen nunbora cheoreom chi janha.
naman chubda.
geon deurimyeon da eolli janha.
neoui soneul jabeulkka geobi nanda.
nega nawa gakkawo jimyeon
neoui simjangdo momsal geollil kkabwa.

yeogin chubda. jum eonie soneul sumgyeo bwado
neomu chubda. soneul moa ibgim bureo bwado
maeumi eoreo buteoseo jakku ibsuri teunda.

naman chubda. ibullo nae momeul gamssa bwado
neomu chubda. nugun gaui pume angyeo bwado
gaseumi gumeong naseo maga boryeo haedo
jakku barami saenda.

I’m cold as ice. I’m cold as ice. I’m cold as ice. So cold.

bomi wa kkocheul piugo.
yeoreumi wa gieogi noga naeryeodo…

yeogin… yeogin chubda. neomu chubda.
maeumi eoreo buteoseo jakku ibsuri teunda.

naman chubda. neomu chubda.
gaseumi gumeong naseo maga boryeo haedo
jakku barami saenda.

[Translation]
Even when spring comes and flowers bloom,
And summer comes, making memories melt down…

The four seasons never suitted me in the first place.
I’m a cold child.
My harsh personality is like winter that cuts through the skin.
The cold wind. It’s needless to say.
To me, having a cold heart is everything.
My heart is like the winter ocean.
You’d know when you approach me on a ship.
That I’m not an island, but an iceberg.
I’ve lost my focus. My eyes are frosted.
Because my cold memories were being stepped on,
I only kept screaming without an Adam’s apple.
I was an icy road with nothing but painful scars.
My heart collapsed like an avalanche.
When I pulled myself together, it was a lightless night again.
Even when the sun, named you, rises,
the snow-covered mountain will not melt.

It’s cold here. Even though I hide my hands in my pockets
It’s too cold. Even though I put my hands together and blow on them
Because my heart is frozen solid, my lips keep becoming chapped.

I’m the only one who’s cold. Even when I wrap my body with blankets
It’s too cold. Even when I throw myself into someone else’s arms
Because my heart has a hole, even though I try to cover it,
the wind keeps escaping.

Though spring visits flatteringly,
I stand on the edge of fall.
My memories have stopped at winter.
I’ve locked up my warmness.
Inside the chapped skin of my dry heart.
My memories are trapped in the frozen river.
They hold on to me, and don’t let go of my hands.
Ever since I learned about the cold separation,
spring, when flowers bloom, have never come again.
To me, cherry blossoms bloom like snowflakes. It’s cold here.
To me, the sunshine only hits me like a blizzard.
I’m the only one who’s cold.
Whatever I touch, they all become frozen.
I’m afraid that I might hold your hands.
Becacuse, if you become close to me,
your heart might catch a flu, too.

It’s cold here. Even though I hide my hands in my pockets
It’s too cold. Even though I put my hands together and blow on them
Because my heart is frozen solid, my lips keep becoming chapped.

I’m the only one who’s cold. Even when I wrap my body with blankets
It’s too cold. Even when I throw myself into someone else’s arms
Because my heart has a hole, even though I try to cover it,
the wind keeps escaping.

I’m cold as ice. I’m cold as ice. I’m cold as ice. So cold.

Even when spring comes and flowers bloom,
And summer comes, making memories melt down… Here, it’s…

It’s cold here. It’s too cold.
Because my heart is frozen solid, my lips keep becoming chapped.

I’m the only one who’s cold. It’s too cold.
Because my heart has a hole, even though I try to cover it,
the wind keeps escaping.

LYRIC DBSK – CATCH ME

 

Romanization

Catch Me, Girl!
Catch Me Now!
(Catch Me If you wanna)

han beon dan han beondo kkeut kkaji
naege mameul yeon jeog eobseo nan machi byeogeul bogo seon deutan
gibuniya geugeo aratni?

gyeote it jiman deo oero wojil ppun
Tonight Tonight Tonight
neol gidaryeot jiman igeon
jom aniya ijen neol tteo nanda

gajima han madil motanda
i baboga naega wae i baboman bwasseul kka?
cham motnan neol

Baby Catch Me Catch Me
Catch Me, Girl, Tonight
tteona beorigi jeone (I’m serious I’m serious)
nareul jabgo maggo ulgo ttaerigo iyureul
marhae jwot damyeon
(I’m serious I’m serious)

o, moreu getda neoui mame
naega gipi isseo wat neunji tto, aninji
geuge gunggeum hae jichyeo beorigi jeone
marhae jwo marhae jwo daedab hae

siganeun neol geureoke mukkeo
dulgeoya jigeum geu jarie
nareul bonae jima huhoe hage dwae
miryeon jom tteol jima

gajima han madil motanda
i baboga naega wae i baboman bwasseul kka?
cham motnan neol

han dongan naegen neoman gadeug chan gibun
cham manhi haengbog hae deon gieogi na
nugudo naman keum gidaryeo jul sarameun
No! eobt daneun geol neon itjima

aewon hae jugil barae nan gidarilge ijena jeo jena
nal tteona jima, mallago marhae
neomu neuryeo, ni mameul jeong hal ttae kkaji
neoman bonda nan do daeche wae? aewon hae jugil barae nan gidarilge ijena jeo jena
nal tteona jima, mallago marhae
babo naega wae neoreul sarang haet getni?
neo bakke eobseo do daeche wae?

gajima han madil motanda
i baboga naega wae i baboman bwasseul kka?
cham motnan neol

Baby Catch Me. Catch Me.
Catch Me, Girl, Tonight.
tteona beorigi jeone (I’m serious I’m serious)
nareul jabgo maggo ulgo ttaerigo iyureul
marhae jwot damyeon
(I’m serious I’m serious)

(Catch Me. If you wanna)

Translation

Catch Me, Girl!
Catch Me Now! (Catch Me. If you wanna)

You’ve never opened your heart to me, not even once
I feel like I’m looking at a wall, you know that?
You’re next to me but I’m even lonelier tonight tonight tonight
I waited for you but this just isn’t it so now I’m leaving you

* This fool can’t even tell me not to go
Why did I only look at this fool, at pitiful you?

** Baby Catch Me. Catch Me. Catch Me, Girl, Tonight.
Before I leave (I’m serious, I’m serious)
If only you held onto me, stopped me, cried, hit me and told me the reason
(I’m serious I’m serious)

Oh, I don’t know if I’ve been deep inside your heart or not
That’s what I’m curious about – Before I get too tired, tell me, tell me, answer me

Time will tie you to that spot right there
Don’t let me go, you’ll regret it – stop being so foolish

* Repeat

For a while, I felt like I was filled with you, I remember those happy memories
Don’t forget that there isn’t anyone to wait for you like I have – no!

I want you to beg for me so I’ll wait for you
Tell me, “Don’t ever leave me”
You’re too slow but I’m only looking at you till you make up your mind – why?
I want you to beg for me so I’ll wait for you
Tell me, “Don’t ever leave me”
Fool, why did I love you? I only have you – why?

* Repeat

** Repeat

(Catch Me. If you wanna)

Berita Seputar K-POP

 

 

  • Super Junior Donghae Mengambil Foto Dengan Aktor Park Geun Hyung
  • Kim Jae Joong Memberikan 5000 Mawar di Fanmeeting Thailand sebagai Hadiah yang Penuh Kenangan
  • Haha Menghabiskan Hari-Hari Terakhirnya Sebagai Bujangan dengan Model-Model Seksi
  • Artis Cilik Yang Menari Di MV ‘Gangnam Style’ Mengaku Bahwa Ia Dulu Lebih Menyukai Big Bang Dari Pada Psy
  • Haha Meneteskan Air Mata Ketika Memasak untuk Byul
  • Big Bang G-Dragon, Seo In Young, dan Song Joong Ki Mendonasikan Baju untuk Dilelang pada ‘2012 SIA’
  • SM Entertainment dance unit untuk Hyundai ‘PYL’ merilis digital single + teaser “MAXSTEP”

Berita Seputar K-POP & K-Drama

 

Doojoon BEAST Dikonfirmasi Bermain dalam Drama “IRIS 2″
Parodi Tokoh2 Film Horror dari Anak2 Kecil di MV “Don’t Hate Me” Epik High Menarik Perhatian!

SNSD Versi Jepang, Bikyaku Jidai, Menarik Perhatian!

Lee Joon Terus Meminta Oh Yeon Seo Untuk Tidur Siang Bersama??

Dani T-ara Menerima Sebuah Tropi Golden Disk Sebelum Debut Resminya

‘Jackal is Coming’ yang Dibintangi Song Ji Hyo dan JYJ Kim Jae Joong telah Memutuskan Tanggal Premierenya

Park Yoochun menjadi Peringkat 1 di antara Para Artis Pria untuk ‘Suara Termewah’

Nichkhun Akan Bergabung Dalam Konser 2PM ‘Live Tour in Shanghai – What time is it’

Jessica, Siwon, Chansung, Junho, Seulong, dan yang lainnya menghadiri ‘Koon With a View’ store opening

Tiket Konser TVXQ Terjual Habis Hanya Dalam Waktu 3 Menit

U-KISS Dongho Telah Keluar Dari Rumah Sakit

2NE1 Bertemu Lebih Dari 200.000 Ribu Fans Di Konser Tur Dunia Pertama Mereka

Epik High Merilis MV “Don’t Hate Me”

Kim Jong Kook Telah Merilis Teaser dari MV “Men Also Feel Sad”

Lee Seung Gi dan Suzy MissA Akan Bermain Drama Bersama.

HyunA Merilis Teaser MV “Ice Cream”

FANFICTION : TRUE LOVE

 

DON’T COPAS PLEASE ^^ HAPPY READING !

 

True Love

 

Author : Lee Yoo Ra (Thalita Fauziah)

Genre : Sad Romance

Cast :

  • Nam Ji Eun
  • Kang Gyeong Jun
  • Lee Yoon Hi
  • Do Ji Han

 

 

# # #

 

“Ji Eun-a..jangan cepat –cepat seperti itu ! Aku sudah sangat lelah berlari seperti ini , apa jangan – jangan kau sengaja ingin meninggalkanku ?”

“Mianhae Gyeong Jun-a..aku terlalu bersemangat , tadi kau bilang apa ? Aku ingin meninggalkanmu ? Asal kau tahu , itu hal yang paling mustahil Gyeong Jun-a..”

“Jadi..kau tak akan pernah meninggalkanku ? Begitukan ?”

“Tentu saja..dasar bodoh ! Kenapa kau malah bertanya pertanyaan aneh seperti itu ?”

“Ani..aku hanya memastikan saja..”

“Mwo ? Aigoo dasar aneh -_-“

“Kau bilang kau tak akan meninggalkan aku bukan ? Kalau begitu sekarang aku yang berlari di depanmu..Hahahaha bye bye Nam Ji eun…”

“Ya..! Tunggu aku Kang Gyeong Jun…!”

 

# # #

 

*Gyeong Jun POV*

“Napun Yeoja ! Chongmal napun Yeoja ! Aku membencimu , sungguh membencimu ! Lihat saja..bahkan jika kau kembali lagi nanti , aku tidak ingin melihat wajahmu yang penuh dengan kebohongan itu !”

*Gyeong Jun POV end*           

 

—–#—–

 

 

KOREA

 

*Gyeong Jun POV*

 

     Sudah 5 tahun sejak kejadian itu, yeoja itu masih saja menghilang tanpa berita dan jejak sedikitpun. Yeoja itu…yeoja yang telah membawaku kembali bangkit dari keterpurukan, yeoja itu…yeoja yang telah membawa begitu banyak kebahagian disetiap hariku, yeoja itu…yeoja yang telah mampu menghiasi hatiku, dan yeoja itu pula yang telah membawa berjuta rasa sakit dan benci ke dalam hatiku.

Nam Ji Eun. Yeoja itulah yang hanya mampu membuat aku tak berdaya lebih dari apapun, yeoja itulah yang mampu dengan mudah mengubah diriku dan seluruh kehidupanku. Diriku…Kehidupanku..Apa artinya ini semua baginya ? Seakan diriku ini adalah secarik kertas origami berwarna, yang dapat dengan mudah dia membalikkan antara sisi berwarna dan sisi putihnya.

Yeoja itu..memang mempunyai kemampuan yang tidak biasa dibandingkan dengan gadis lainnya. Dia mampu membawa begitu banyak warna dalam hidupku dan dia juga dapat dengan mudah menghapus seluruh warna- warna itu yang telah tertoreh rapih dalam kehidupanku.

Sampai sekarang sungguh aku tak mengerti..apa yang dia maksud dan apa yang dia inginkan ? Apa aku hanyalah boneka bagi dirinya ? atau aku adalah sosok yang mempunyai arti special dihatinya ? Yang jelas kini aku begitu membencinya…sangat membencinya. Ku akui, hari-hariku aku habiskan dengan memikirkannya dan menunggu kembali kehadirannya…sungguh…aku begitu merindukannya. Tetapi, semakin aku berpikir semakin pula aku menyadari bahwa dia tak layak untuk aku rindukan dan rasa bencilah yang pantas untuk menggantikan kata rindu itu.

*Gyeong Jun POV end*

 

 

AMERIKA

 

*Ji Eun POV*

 

Sudah 5 tahun semenjak kejadian itu, aku tak pernah muncul dihadapan namja itu, bahkan memberi kabar kepada namja itupun aku tak pernah. Namja itu…Namja yang kutemui dengan sisi yang rapuh, namja itu…namja yang selalu ada menemani dan melindungiku, namja itu…namja yang mampu menyita perhatianku dan namja itu…namja yang aku tinggalkan tanpa penjelasan apapun yang keluar dari mulutku.

*Ji Eun POV end*

 

—–#—–

 

*Author POV*

Kang Gyeong Jun. Namja itulah yang Ji Eun temui 10 tahun yang lalu di perumahan di daerah Kota Seoul. Namja itu, namja yang sedang terpukul atas kematian kedua orangtuanya karena sebuah kecelakaan pesawat penerbangan Jepang-Korea. Dari 120 orang penumpang, hanya dialah satu satunya korban yang selamat. Mengalami peristiwa menyeramkan itu di usianya yang masih kecil, ditambah dengan harus menerima kenyataan bahwa sekarang dia sudah menjadi yatim piatu, tentu saja merupakan pukulan terberat didalam hidupnya.

Ji Eun dan keluarganya adalah penghuni baru di perumahan itu, dan tepat sekali rumah yang Ji Eun tempati bersebelahan dengan rumah Gyeong Jun. Sepeninggalan kedua orangtuanya, Gyeong Jun dirawat oleh Bibi dan Neneknya. Dia benar-benar menjadi pribadi yang tertutup dan menakutkan.

Bahkan mulutnya saja, jarang iya pergunakan untuk berbicara walaupun itu kepada Bibi dan Neneknya. Tatapan matanyapun kosong. Hal inilah yang menyebabkan Gyeong Jun dijauhi oleh teman-temannya, karena teman-temannya berpikir Gyeong Jun berubah menjadi monster yang menakutkan. Tetapi hati Ji Eun berkata lain, Gyeong Jun bukanlah monster yang menakutkan, dia hanya seorang anak kecil yang membutuhkan seseorang yang mengerti akan perasaannya dan mampu membawa dia bangkit dari keterpurukannya.

 

*Author POV end*

 

—–#—–

 

 

*Ji Eun POV*

 

     Aku selalu ingat saat aku dan Gyeong Jun pertama bertemu..

Saat itu sore hari, saat musim gugur. Gyeong Jun sedang terduduk diam di kursi taman rumahnya, aku yang melihatnya dari kejauhan lama kelamaan menghampiri dirinya dan mengajaknya untuk bermain bersamaku.

*FLASHBACK*

 

Ji Eun : “Apa kau ingin bermain bersamaku ?”

Gyeong Jun : “Untuk apa kau mengajak aku bermain ? Kau tidak tahu aku ini monster !”

Ji Eun : “Tidak , kau bukan monster. Jika kau itu monster seharusnya kau mempunyai mata besar, gigi dan kuku yang tajam serta badan yang besar dan menakutkan.”

Gyeong Jun : “Tidakkah kau mendengar ? Bahwa anak-anak yang lain menyebut aku ini monster, berarti aku adalah monster.”

Ji Eun : “Benarkah ? Kalau begitu aku ingin bermain bersama monster. Monster…maukah kau bermain bersamaku ?”

Gyeong Jun : “Kau….”

 

     Dia yang tadinya kesal dengan sikapku yang polos namun keras kepala, akhirnya luluh dan bermain bersamaku. Aku ingat permainan apa yang pertama kali aku mainkan bersamanya. Ya…Kedai Ramen. Kami bermain sebagai penjual dan pembeli, tentu saja aku yang menjadi penjual ramennya dan Gyeong Jun sebagai pembelinya. Awalnya Gyeong Jun terlihat tidak antusias , namun lama kelamaan dia mulai terbawa suasana dan mulai menikmati permainan itu. Aku senang melihat sebuah senyuman dari mulut kecilnya aku ikut gembira dan kita tertawa bersama.

Ji Eun : “Selamat datang ahjussi..”

Gyeong Jun : “ Ne ahjumma..”

Ji Eun : “Anda ingin memesan ramen ?”

Gyeong Jun : “Ne.”

Ji Eun : “ Berapa porsi ?”

Gyeong Jun : “Satu saja.”

Ji Eun : “Baiklah tunggu sebentar, ramen akan segera datang”

 

Ji Eun : “Ini dia..Ramen sudah datang, selamat makan..”

Gyeong Jun : “Slurrrrrp…hmmm Ramennya enak sekali ahjumma, kalau begitu aku pesan satu porsi lagi ^^”

Ji Eun : “Baiklah…ahjussi makannya pelan-pelan yaa ^^”

 

—–#—–

 

Semenjak itu kami selalu bermain bersama dan akhirnya kami menjadi sahabat yang tak bisa dipisahkan. Dimana ada Gyeong Jun disitulah aku berada. Kami saling berbagi dan jalani suka duka bersama. Aku mulai menyadari bahwa Gyeong Jun adalah orang yang sangat berharga untukku, dan kurasa diapun merasakan hal yang sama sepertiku…

 

 

Gyeong Jun : “Ji Eun-a…

Ji Eun : “Wae ?”

Gyeong Jun : “Setelah kepergian kedua orang tuaku, kau lah satu-satunya orang yang berharga didalam hidupku”

Ji Eun : “Chongmallo ? aissssh….kau penuh dengan rayuan.”

Gyeong Jun : “Aku tidak main-main..”

Ji Eun : “Kalau begitu…bagaimana dengan Bibi dan Nenekmu ?”

Gyeong Jun :”Mereka semua juga penting bagiku…tapi dirimulah yang paling penting untukku.Maka dari itulah kau sangat berharga..”

Ji Eun : “Gyeong Jun-a…”

Gyeong Jun : “Maka dari itu, kau tidak boleh meninggalkan aku..karena itu akan menjadi hal terberat dalam hidupku bila aku kehilangan orang yang berharga didalam hidupku untuk kedua kalinya..”

Ji Eun : “Gyeong Jun-a…”

 

    Hingga akhirnya semuapun berubah…

 

Kelainan jantung yang aku alami dulu kambuh kembali. Fisikku menjadi lemah dan aku tak pernah bermain lagi bersama Gyeong Jun. Yang Gyeong Jun tahu, aku hanya terserang tifus, aku tak mau memberi tahu Gyeong Jun karena aku tak mau dia khawatir.

Semakin hari penyakitku bertambah parah, kini aku hanya berkomunikasi dengan Gyeong Jun melalui surat yang aku titipkan melalui eomma. Penyakitku semakin parah dan kondisiku semakin memburuk, ini semua begitu menyiksa. Bahkan dokter di Korea telah memfonis bahwa umurku tidak lama lagi. Aku sangat ketakutan, takut sekali. Aku takut jika aku benar-benar tak memiliki umur panjang, Gyeong Jun akan terpukul untuk kedua kalinya.

Eomma dan appa terlihat begitu sedih dan terpukul atas penyakitku, aku tak kuasa menahan tangis saat melihat raut wajah eomma dan appa saat memikirkanku. Akhirnya appa memutuskan untuk membawaku ke Amerika untuk melakukan pengobatan. Butuh waktu yang lama untuk menjalani pengobatan itu , maka dari itu appa dan eomma memutuskan untuk pindah ke Amerika.

Tentu saja semua ini membuat keadaanku semakin sulit. Aku tak bisa memberitahu Gyeong Jun mengenai keadaanku yang sebenarnya. Aku takut bila nantinya aku akan benar-benar meninggalkan dunia ini. Akhirnya aku putuskan untuk pergi tanpa berpamitan kepada Gyeong Jun. Aku tahu ini cara yang salah…ini akan menyakiti hati Gyeong Jun tentunya. Tapi sungguh aku tak punya cara lain, hatikupun sakit untuk melakukannya.

*FLASHBACK end*

 

*Ji Eun POV end*

 

 

 

KOREA

 

*Gyeong Jun POV*

 

Bila aku ingat kembali…kau sungguh kejam Nam Ji Eun ! Kau pergi tanpa sepatah katapun meninggalkan aku sendiri dan mengingkari semua janji yang telah kau ucapkan. Sungguh sekarang aku sangat menbencimu. Aku akan mencoba melupakanmu dan mencoba menjalani hidupku dengan baik tanpa dirimu. Aku pasti bisa tanpamu Nam Ji Eun !

*Gyeong Jun POV end*

 

—–#—–

 

*Author POV*

Dua tahun kemudian Gyeong Jun sudah menjadi mahasiswa Seni disalah satu universitas di Seoul. Gyeong jun benar-benar menjalankan tekadnya untuk menjalani hidup dengan baik. Di Universitas dia terkenal sebagai mahasiswa yang berprestasi dan mudah bergaul. Kini Gyeong Junpun mempunyai seorah kekasih bernama Lee Yoon Hi, gadis cantik ramah dan penuh perhatian. Gyeong Jun menemukan sebuah kenyamanan bila bersama Yoon Hi, maka dari itulah dia menjadikan Yoon Hi sebagai kekasihnya. Namun tetap saja tak bisa ia pungkiri, jauh di lubuk hatinya masih ada tempat khusus untuk Ji Eun dan itu tidak akan pernah terganti oleh siapapun.

Sementara itu, Ji Eun telah selesai dengan pengobatannya walau belum dinyatakan 100 % sembuh oleh para dokter di Amerika. Tetapi, perasaan bahagia begitu lekat menghampiri Ji Eun dan keluarganya. Mengetahui putrinya telah dinyatakan sembuh appa dan eomma Ji Eun memutuskan untuk kembali lagi ke Korea. Keputusan ini tentu membuat Ji Eun teringat akan Gyeong Jun. Ji Eun tahu…bahwa selama ini Gyeong Jun telah mendapatkan luka yang dalam karena dirinya. Maka dari itu, Ji Eun berencana untuk mencari Gyeong Jun, menjelaskan semuanya dan meminta maaf atas tindakannya.

Namun pertemuan Ji Eun dan Gyeong Jun terjadi diluar dugaan…

 

*Author POV end*

 

—–#—–

 

 

 

Universitas Seni Seoul

 

 

Do Ji Han : “Gyeong Jun-a..apa kah sudah mengetahui berita terkini di universitas kita?”

Gyeong Jun : ”Ani…belum…waeyo?”

Do Ji Han : “Aigoo..masa kau belum tahu ! Kabarnya akan ada seorang yeoja cantik asli Korea namun pindahan dari Amerika yang akan pindah ke universitas kita ini.”

Gyeong Jun : “Jinjja ?”

Do Ji Han : “Ne jinja…dia juga mengambil jurusan yang sama seperti kita. Seandainya gadis itu cantik dan pintar juga baik hati seperti Yoon Hi, akan aku jadikan dia yeojachinguku hahahaha…”

Gyeong Jun : “Hahahaha kau ini masih saja mencari-cari yeojachingu…kalau begitu aku mendukungmu..”

 

Yoon Hi : “Annyeong..”

Do Ji Han : “Oh…wasseo?”

Yoon Hi : “Ne…Gyeong Jun-a..kalian sedang membicarakan apa ?”

Gyeong Jun : “Rahasia…ini urusan para namja Yoon Hi-ya.”

Yoon Hi : “Mwo ? Aigoo.. Oh iya.. Apa kalian sudah mengetahui kabar tentang gadis pindahan yang akan mengambil jurusan seperti kita?”

Gyeong Jun : “Hmm..Arra.”

Do Ji Han : “ Ya ! Kelas sudah hampir dimulai, aku tidak sabar untuk melihat yeoja itu..”

Gyeong Jun : “ Ya ! Do Ji Han !

 

 

*Author POV*

 

Ji Han sudah berlari dahulu untuk cepat sampai ke dalam kelas. Sedangkan Gyeong Jun dan Yoon Hi berjalan dengan santai menuju ke dalam kelas. Ternyata mahasiswi pindahan itu sudah berada didalam kelas dan baru saja akan memulai acara perkenalan diri. Saat Gyeong Jun memasuki kelas dan melihat ke arah mahasiswi yang pindahan itu, betapa terkejutnya dia. Ternyata yeoja itu adalah yeoja yang selama ini dia rindukan dan yeoja yang selama ini dia benci.

“Annyeonghasseyo…naneun Nam Ji Eun imnida. Saya pindahan dari Amerika namun saya berasal dari Korea. Bangapsumnida dan mohon bantuannya”

 

Gyeong Jun : “Maldu andwe ! Yeoja itu……”

 

Ji Eunpun akhirnya melihat ke arah dimana Gyeong Jun berdiri. Ji Eun tampak sangat terkejut tidak percaya bahwa namja yang sedang ia tatap adalah namja yang begitu iya cintai yang ia tinggalkan 7 tahun yang lalu. Orang-orang yang berada di dalam kelas menatap heran ke arah Ji Eun dan Gyeong Jun, mereka merasa bingung dengan keadaan yang sedang terjadi.

Ji Eun : “Gyeong Jun-a…Gyeong Jun-a..”.

Yoon Hi : “Gyeong Jun-a…Kau mengenali yeoja itu ?”

Ji Eun : ” Kau Kang Gyeong Jun, benarkan ?”

Gyeong Jun : “Ani Yoon Hi-ya…Aku tidak mengenali yeoja ini..”

Ji Eun : “Gyeong Jun-a ini aku…Nam Ji Eun…Apa kau tak ingat ?”

Yoon Hi : “Gyeong Jun-a apa benar kau tak mengenalinya ?”

Gyeong Jun : “Tidak ! Aku sama sekali tidak mengenalnya “

Ji Eun : “Gyeong Jun-a…”

 

Gyeong Jun pun segera berlari keluar kelas dengan aliran air mata di pipinya. Yoon Hi pun segera menyusul Gyeong Jun yang berlari kencang keluar kelas. Amarah pun menyelimuti Gyeong Jun saat dia tahu bahwa Ji Eun yang telah lama menghilang kini tiba-tiba muncul dihadapannya. Rasa sakit yang selama ini susah payah dia kubur, dengan mudah mencuat keluar membuat luka yang lama, itu terasa sakit kembali.

Ji Eun yang juga menangis dengan penuh penyesalanpun menjadi bahan tontonan para murid didalam kelas. Akhirnya, dengan memberanikan diri Ji Han membawa Ji Eun keluar kelas untuk menenangkan hatinya. Jihan membawa Ji Eun ke Taman, setelah tangisan Ji Eun mereda, Ji Han meminta Ji Eun untuk bercerita mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi dan Ji Eunpun menceritakannya.

 

 

—–#—–

 

Kini Do Ji Han, telah mengetahui tentang apa yang sebenarnya terjadi antara Ji Eun Dan Gyeong Jun. Ji Eun begitu terpukul saat Gyeong Jun tidak mau mengenali dirinya, Ji Eun tahu itulah resiko yang akan dia terima. Sekarang disisi Gyeong Jun telah ada seorang yeoja yang sempurna untuk mendampinginya..rasa sayangnya kepada Gyeong Jun iya coba kubur dalam-dalam walau itu sangat menyakitkan. Saat ini Do Ji Hanlah sahabat yang selalu ada untuknya, menghibur dan menyemangatinya tanpa ia tahu bahwa Ji Han memiliki rasa yang lebih kepadanya.

Dalam Hal ini, hanya Yoon Hi yang tidak mengetahui yang sebenarnya. Ji Eun dan Ji Han tidak ingin menyakiti perasaan Yoon Hi. Gyeong Jun pun tidak menceritakannya kepada Yoon Hi. Semenjak Ji Eun berada di universitas, Gyeong Jun menjadi tertutup dan menyendiri. Bahkan sekarang dia tidak pernah berbincang dengan Ji Han, bahkan hubungannya dengan Yoon Hi pun tidak berjalan dengan baik seperti biasanya. Gyeong Jun hanya belum bisa menerima kenyataan yang sekarang sedang terjadi, walaupun dia begitu membenci Ji Eun tetapi dia juga begitu menyayangi Ji Eun. Perasaannya hanya dia sendirilah yang mengetahuinya. Selama ini, Yoon Hi hanya mencoba memaklumi sikap Gyeong Jun dan mencoba berpikir positif atas apa yang sedang terjadi.

3 bulan telah berlalu, tak ada yang berubah baik  Ji Eun ataupun Gyeong Jun. Selama ini Ji Eun sudah mencoba menjelaskan tetapi Gyeong Jun sudah menhindar terlebih dahulu. Kini Ji Eun berharap akan ada cara untuk menyelesaikan ini semua.

Hari ini universitas mereka mengadakan kegiatan mendaki gunung. Gyeong Jun, Ji Han, Ji Eun dan Yoon Hi pun ikut serta dalam kegiatan ini.

*Author POV end*

 

 

—–#—–

 

 

*Ji Eun POV*

 

“Ya Tuhan…mengapa dadaku terasa sakit ? Mengapa rasa sakit ini terulang kembali kumohon Tuhan jangan kau munculkan rasa sakit ini, disaat seperti ini…”

 

*Ji Eun POV end*

 

 

*Gyeong Jun *

 

“Ya Tuhan…apa yang sebenarnya akan terjadi ? Mengapa perasaanku tidak enak seperti ini ?”

 

*Gyeong Jun POV end*

 

—–#—–

 

Saat pendakian gunung panitia acara membagi kelompok. Satu kelompok terdiri dari 2 orang. Ji Han dan Yoon Hi berada dalam kelompok yang sama, sementara Gyeong Jun dan Ji Eun menjadi teman satu kelompok.

*Author POV*

 

Ji Eun : “Gyeong Jun-a sudah lama kita tidak bersama seperti ini, benarkan ? Ini mengingatkan waktu kita dulu sedang bermain, apa kau ingat ?”

Gyeong Jun : “Tidak..”

Ji Eun : “Benarkah ? Hm…kalau begitu kau ingat tidak saat kita bermain kedai ramen ?”

Gyeong Jun : “Bisakah kau menutup mulutmu ? Perkataanmu benar-benar menggangguku. Jika kau masih bicara akan ku tinggalkan kau sendiri disini !”

Ji Eun : “Gyeong Jun-a…”

 

Ji Eun : “Gyeong Jun-a…aku sungguh menyesal atas kejadian dulu, jadi apa kau tidak bisa memaafkan aku ?

Gyeong Jun : “Cukup ! Kau yang memilih !

Ji Eun : “Ya, Gyeong Jun ! Tunggu aku ! Jangan cepat-cepat seperti itu….aaahh…..dadaku terasa sakit….aaaahhh….Gyeong Jun-a…Tolong aku…aaah…”

 

Gyeong Jun yang merasa kesal berlari cepat meninggalkan Ji Eun sendiri. Saat Ji Eun hendak menyusul Gyeong Jun, tiba-tiba rasa sakit menyerang di bagian dada Ji Eun. Rasa sakit ini beribu-ribu kali lipat lebih sakit dari yang biasanya. Ji Eun yang tak kuat menahan rasa sakit akhirnya terpejam di tengah hutan sampai senjapun tiba.

—–#—–

 

Ji Han : “Gyeong Jun-a dimana Ji Eun ?”

Gyeong Jun : “Aku tidak tahu.”

Ji Han : “Ya ! Apa maksudmu tidak tahu ?”

Gyeong Jun : “Aku meninggalkannya di hutan, karena dia begitu lamban !”

Ji Han : “Mwo ? sekkiya ! (bbuukk~)

Gyeong Jun : “Do Ji Han, kau ini kenapa ? hah !”

Ji Han : “Kau meninggalkan Ji Eun di hutan ? Asal kau tahu, Ji Eun mengidap kelainan Jantung dan ini juga alasan mengapa dia pergi meninggalkanmu !”

Gyeong Jun : “Mwo ?”

Ji Han : ”Dia pergi berobat di Amerika dan tidak ingin kau khawatir dengan kondisinya ! Sekarang kau meninggalkannya di Hutan sendirian, bagaimana kalau penyakitnya kambuh hah ?”

Gyeong Jun : “Chongmallo ?”

Ji Han : “Cukup ! Jangan siksa lagi dia seperti ini !”

Yoon Hi : “Gyeong Jun-a…apa yang terjadi sebenarnya?”

Gyeong Jun : “Mianhae Yoon Hi-ya…Aku harus mencari Ji Eun.”

 

Dengan segera Gyeong Ju dan Ji Han mencari Ji Eun. Mereka mencari ke jalan-jalan yang biasanya dilewati oleh para pendaki. Setelah lama mencari, akhirnya Gyeong Jun berhasil menemukan Ji Eun yang terletak tak berdaya di tanah hutan. Dengan penuh penyesalan Gyeong Jun langsung membawa Ji Eun ke tempat kemah mereka.

Sesampai disana sebuah mobil sudah siap untuk mengantarkan Ji Eun kerumah sakit. Dengan hati yang cemas dan penuh rasa bersalah Gyeong Jun terus mendampingi Ji Eun sampai di rumah sakit. Tangan Ji Eun tak ia lepaskan sedikitpun.

*Author POV end*

 

—–#—–

 

 

*Gyeong Jun POV*

 

   “ Nam Ji Eun…Kumohon bertahanlah…Kau harus kuat…Bertahanlah…dan jelaskan semuanya kepadaku…Kumohon jangan tinggalkan aku untuk kedua kalinya..”

*Gyeong Jun POV end*

 

Tak lama kemudian Ji Eun pun sadar..

*Author POV*

Ji Eun : “Gyeong Jun-a…”

Gyeong Jun : “Ne Ji Eun-a…aku disini”

Ji Eun : “Mianhae..aku telah menyakitimu…aku tak punya pilihan lain..”

Gyeong Jun : “Sudahlah…Ji Han telah menceritakan semuanya kepadaku…Aku telah memafkanmu, jadi bertahanlah untukku arra?”

Ji Eun : “Mianhae Gyeong Jun-a…sepertinya aku tidak bisa…Sepertinya aku akan melanggar janjiku untuk yang kedua kalinya.”

Gyeong Jun : “Apa maksudmu ? Jangan berbicara seperti itu…”

Ji Eun : “Aku begitu bahagia di sisa hidupku, kau ada disampingku. Gyeong jun-a hiduplah dengan baik, jagalah Yoon Hi baik-baik arra?”

Gyeong Jun : “Ji Eun-a….”

Ji Eun : “Gyeong Jun-a..sa..rang…hae…”

Gyeong Jun : “Ji Eun-a ! Nam Ji Eun kau harus bangun ! Jangan tinggalkan aku ! Ji Eun-a……..

Dengan penuh linangan air mata, di sisa akhir hidupnya Ji Eun memegang pipi Gyeong Jun sambil mengungkapkan perasaannya dan dia dapat pergi dengan tenang. Sementara Gyeong Jun terus meronta dan menangis meminta Ji Eun untuk kembali. Gyeong Jun akhirnya mengetahui, bahwa yeoja yang selama ini dia cintai juga mencintainya…dan yeoja itu bukanlah yeoja yang kejam…dia tak layak untuk di benci.

 

*Author POV end*

 

 

Yoon Hi : “Gyeong Jun-a…ternyata selama ini kau mencintai Ji Eun ?”

Gyeong Jun : ”Aku selalu mencintainya dan selalu akan mencintainya..”

Yoon Hi : “Apa berarti selama ini kau tidak mencintaiku ?”

Gyeong Jun : “Aku mencintaimu..aku juga mencintaimu..Ji Eun sampai kapanpun selalu mempunyai tempat yang khusus di hatiku…Tapi aku dan Ji Eun tak bisa bersatu…Dan ternyata aku sadari bahwa belahan jiwaku bukanlah Ji Eun melainkan dirimu…Maka dari itu, tetaplah bersamaku Yoon Hi-ya…”

Yoon Hi : “Ne aku mencoba Gyeong Jun-a…”

 

 

Ji Eun-a…Kau mungkin bukanlah belahan jiwaku, tapi dapatku pastikan bahwa kaulah cinta sejatiku..Saranghae…Yeongwonhi……

 

The End

LYRIC BEAST – IT’S NOT ME

Romanized:

Achim 7shibu-teo nuntteu-chamaja i-reona
Chingu mannaseo yaegi jom haesseo
Keurigo naseo chaju kadeon goseseo bab jom meokko nawah-sseo
Yeoja mal-go du-ri dujunirang du-ri

Ni-ga eodi-seo museun ma-reul deudkoseo
Nae-ge hwahnae-neunji nan molla oh cheongmal nan molla
Hongdae keu-lleoben na kan jeokdo eop-seo
Keureonikka eojesbam ni-ga jalmot bon geoya

Nae-ga aniya cheongmal aniya keu aen nae-ga aniya
Myeoch beoneul marhaejwoya dwaeh nae-ga aniya
Nae-ga aniya cheongmal aniya keu aen nae-ga aniya
Cheongmal neo keol-ko ttan yeojan eop-seo neo mal-go ttan yeojan eop-seo

Da dareun saramil keoya keu keu keureohke boji ma
Chigeum naneun shikeun ttameun chillyeoseo-ga aniya
Saram manheun geo shirheohaneun geo ni-ga jal al-janha
Charari nae-ga majeumyeon eokurhajido anha
Yeo-gi jom deomne tto ttami nane
Kyesok deu-rigin mul ttae-me hwah-jangshil jom danyeo-ol-ke
Oh baby museun ma-reul keureohke hae
Eo… Amugeot-do aniya

Hwahnaeji mal-go nae mal hanbeon deu-reobwah
Na wonrae keojinmal jal mothae neodo jal al-janha
Haendeuponeun jibe du-go kasseo
Keureonikka keuman hwah pu-reo mwo kajko shipeo

Nae-ga aniya cheongmal aniya keu aen nae-ga aniya
Myeoch beoneul marhaejwoya dwaeh nae-ga aniya
Nae-ga aniya cheongmal aniya keu aen nae-ga aniya
Cheongmal neo keol-ko ttan yeojan eop-seo neo mal-go ttan yeojan eop-seo

Nae nae nae nae-ga aniya
I’m not trust me baby
Nae nae nae nae-ga aniya
I’m not trust me baby
Nae nae nae nae-ga aniya
I’m not trust me baby
Nae nae nae nae-ga aniya
A aniya aniya

Nae-ga aniya cheongmal aniya keu aen nae-ga aniya
Myeoch beoneul marhaejwoya dwaeh nae-ga aniya
Nae-ga aniya cheongmal aniya keu aen nae-ga aniya
Cheongmal neo keol-ko ttan yeojan eop-seo neo mal-go ttan yeojan eop-seo

Seolma seolma hae-nneunde sshi-ga dwaeh-sseo mari
Oh god shineun nae-ge deung dollyeosseo imi
Dwiiro neomeojyeodo ko-ga dachikesseo
Yosae kkumjari-ga choh-ji anhda haesseo
Imneun styleeul jom bakkwoya-gesseo
Nune jal an ttyineun blacgi chohkesseo
Ibeon juma-ren eum shwiineun ge chohket-ji
Na eobshido tteugeob-get-ji bul-taneun friday

English Translation:

At 7 AM, as soon as I opened my eyes, I got up
I met up with a friend and talked for a bit
Afterwards, I went to eat at a place I go often and left
Not with a girl but with Doojoon, just us two

I don’t know where you heard this from
I don’t know why you’re getting angry oh I really don’t know
I never went to the club at Hongdae
So you were mistaken last night

It’s not me, it’s really not, that kid was not me
How many times do I have to tell you, it’s not me
It’s not me, it’s really not, that kid was not me
I swear to you, I have no other girl, I have no other girl but you

It must have been a different guy, don’t look at me like that
My cold sweat is not because I feel guilty
You know that I hate going to crowded places
If it was really me, I wouldn’t be this upset
It’s a bit hot here, I’m sweating again
I drank too much water, I’m going to the bathroom
Oh baby, how can you say that?
Uh… it’s nothing

Don’t get mad and listen to me
You know I’m not good at lying
I left my phone at home
So please don’t be mad – what do you want to have?

It’s not me, it’s really not, that kid was not me
How many times do I have to tell you, it’s not me
It’s not me, it’s really not, that kid was not me
I swear to you, I have no other girl, I have no other girl but you

It’s not me
I’m not Trust me baby
It’s not me
I’m not Trust me baby
It’s not me
I’m not Trust me baby
It’s not me
It’s not, it’s not

It’s not me, it’s really not, that kid was not me
How many times do I have to tell you, it’s not me
It’s not me, it’s really not, that kid was not me
I swear to you, I have no other girl, I have no other girl but you

I said “what if, what if” and my words became reality
Oh god, the gods have turned against me already
If I fall backwards, my nose will get hurt^
I have been having bad dreams lately
I need to change my clothes style now
Black is good since it won’t catch eyes
It’d be better to take a rest this weekend
Friday will be hot even without me

LYRIC BTOB – WOW

 

BTOB Change the game
BTOB Get your swag

Hansungan Feeli wasseo bon sungan ttak geollyeosseo
Eotteokhae nan eotteokhae

Sumok deurama heunhadi heunhan juingongcheoreom
Ppeonppeonhi dagagasseo

Ppalgan ripseutik kkaman seutaking
Jangmi han songi nal bureuneun nunbit

Oneul bam yeogi neowa danduri
Dulmanui Party oh party tonight
(Put’em up Put’em up Put’em up Yo!)

Geubi dalla namdalla tae tae tae taega dalla I like it I like it
Mwonga dalla neon dalla tae tae tae taega dalla I like it I like it

Don’t break oeoeo Okay oeoeo Play Don’t break
Don’t break oeoeo Okay oeoeo Play Don’t break
(Put’em up Put’em up Put’em up Yo!)

1,2 Step dirty dirty beat rideume ni momeul matgyeo
Groove it! Groove it! Groove it! Groove it!

Bakkeseo bakkeseo neol dasi mannagoya malgesseo
Get it! Get it! Get it! Get it!

Jireun airain jjaritan Srain
Tamseureon gwail nal bureuneun neo

Meoributeo balkkeutkkaji Hothan neowa danduri
Dulmanui Party oh party tonight
(Put’em up Put’em up Put’em up Yo!)

Geubi dalla namdalla tae tae tae taega dalla I like it I like it
Mwonga dalla neon dalla tae tae tae taega dalla I like it I like it

Geunyeol bogo Hey! Nareul ttarahae! Aneuro bakkeuro modeun isyuui jungsim
Hanbeon jalmot ppajyeotdagan nochyeo jeongsin geureon geunyeoege nan
eoullige byeonsin
Hey Hey Movin’ Movin’ Hey Hey Movin’ mountain
Oneul bamdo nae ibeun gamanitji motae
Geunyeodo jeongsin mot charidorok Say Hey Ya!

Geubi dalla namdalla tae tae tae taega dalla I like it I like it
Mwonga dalla neon dalla tae tae tae taega dalla I like it I like it

Don’t break oeoeo Okay oeoeo Play Don’t break
Don’t break oeoeo Okay oeoeo Play Don’t break
(Put’em up Put’em up Put’em up Yo!)
Geubi dalla namdalla Wow